Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode XXIX Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 238 melaksanakan program pelayanan kesehatan ternak di Gampong Teupok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini mencakup pemeriksaan kesehatan hewan peliharaan warga serta aksi disinfeksi kandang guna menekan risiko penularan penyakit.
Pelaksanaan program diawali dengan pemeriksaan kesehatan ternak milik warga oleh mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) USK. Langkah ini bertujuan mendeteksi potensi gangguan kesehatan secara dini guna mencegah penyebaran wabah yang dapat merugikan para peternak lokal. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyemprotan desinfektan pada kandang ayam warga yang dikoordinasikan oleh mahasiswi Program Studi Peternakan USK.
Upaya sterilisasi ini difokuskan untuk menjaga kebersihan lingkungan kandang, menekan populasi patogen pemicu penyakit pada unggas, sekaligus mengantisipasi potensi penularan penyakit zoonosis kepada manusia. Mengingat sektor peternakan menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama warga Gampong Teupok Baroh, program ini dinilai memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi peternak.
Salah satu perwakilan mahasiswa Kelompok 238 menyampaikan bahwa kegiatan preventif ini dirancang untuk menjaga produktivitas usaha warga sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya sanitasi lingkungan kandang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan ternak dan kebersihan kandang, karena hal tersebut juga berkaitan erat dengan kesehatan keluarga,” ujarnya.
Apresiasi senada disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 238 USK, Dr. Nur Pramayudi, S.P., M.Sc. Ia menilai inisiatif tersebut mencerminkan esensi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan solusi aplikatif yang bersentuhan langsung dengan sektor penghidupan masyarakat.
“Program kesehatan ternak yang dijalankan Kelompok 238 menjadi bukti bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga menyentuh sektor peternakan yang menjadi sumber penghidupan sebagian warga,” kata Pramayudi.
Sementara itu, Geuchik Gampong Teupok Baroh, Safrizal, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap edukasi berkelanjutan terkait manajemen kesehatan hewan dapat terus digalakkan di wilayahnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan ternak dan kebersihan kandang, sehingga ternak tetap produktif, masyarakat lebih terlindungi dari risiko penyakit, dan usaha peternakan warga dapat terus berkembang,” ungkap Safrizal.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Mahasiswa KKN USK Kelompok 238 berencana melanjutkan rangkaian aksi pengabdian melalui penyuluhan bahaya rabies guna memperkuat mitigasi pencegahan penyakit zoonosis di tengah masyarakat.