Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler XXIX Kelompok 125 Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan program edukatif bertajuk Storytelling dan Menulis “Bangkit Pasca Bencana” yang dipadukan dengan Sosialisasi dan Simulasi Siaga Bencana di Desa Dayah Mon Ara, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.
Program diawali dengan sosialisasi mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada peserta tentang langkah-langkah sederhana yang perlu dilakukan ketika terjadi bencana, mulai dari pentingnya tetap tenang, mengenali jalur evakuasi, hingga mengikuti arahan petugas saat situasi darurat berlangsung.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi siaga bencana yang dikemas secara interaktif. Anak-anak diajak mempraktikkan langsung prosedur penyelamatan diri sehingga mereka memperoleh pengalaman nyata mengenai tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Selain edukasi kebencanaan, mahasiswa juga menghadirkan sesi storytelling bertema “Bangkit Pasca Bencana”. Melalui cerita yang disampaikan, anak-anak diajak memahami nilai-nilai ketangguhan, keberanian, semangat bangkit, gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama setelah terjadinya bencana.
Suasana belajar dibuat menyenangkan dengan melibatkan peserta secara aktif selama sesi berlangsung. Antusiasme anak-anak terlihat saat mereka mengikuti cerita, berdiskusi, hingga menyampaikan pendapat mengenai makna yang mereka peroleh dari kisah tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi menulis, di mana peserta diberikan kesempatan menuangkan cerita, pengalaman, maupun harapan mereka mengenai kehidupan setelah bencana. Melalui aktivitas ini, anak-anak tidak hanya melatih kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga belajar mengekspresikan perasaan serta membangun optimisme melalui karya tulis sederhana.
Mahasiswa KKN Kelompok 125 USK menilai bahwa penggabungan literasi dengan edukasi kebencanaan menjadi pendekatan yang efektif dalam membangun karakter anak. Materi yang disampaikan melalui cerita, praktik, dan kegiatan menulis dinilai lebih mudah dipahami sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Program ini juga sejalan dengan semangat KKN USK dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat di wilayah pasca bencana melalui kegiatan edukatif yang memberikan manfaat berkelanjutan. Dengan membangun budaya literasi dan kesiapsiagaan sejak dini, diharapkan anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.