Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tim Himpunan Mahasiswa Arsitek (Himarsi) USK berhasil meraih Bronze Poster Program Terbaik pada Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak di Sumatera Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Universitas Prima Indonesia, Sumatera Utara.
Prestasi tersebut diraih melalui poster berjudul “Membangun Desa Tangguh Bencana Berbasis Rehabilitasi Lingkungan dan Edukasi Bencana di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.” Tim USK menjadi salah satu dari empat tim terbaik dari total 21 tim USK penerima pendanaan yang diundang untuk memaparkan hasil program pengabdiannya dalam seminar nasional tersebut.
Seminar yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026” menjadi wadah diseminasi berbagai inovasi perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan masyarakat pasca bencana melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kolaborasi lintas disiplin.
Tim USK melibatkan 50 mahasiswa dari berbagai program studi, yakni Teknik Arsitektur, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota. Kegiatan ini dibimbing oleh Ir. Sofyan, S.T., M.T., Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T., dan Ir. Pocut Nurul Alam, M.T. serta berkolaborasi dengan mitra Yayasan Uma Nusantara dalam mendirikan Umah Pitu Ruang, rumah adat Gayo yang dikembangkan sebagai pusat arsitektur dan pembelajaran masyarakat.
Ketua tim pembimbing, Ir. Sofyan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pendekatan yang terintegrasi antara rehabilitasi lingkungan, penyediaan infrastruktur, serta edukasi kebencanaan.
“Melalui program ini masyarakat kembali memperoleh akses air bersih yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan. Selain itu tersedia sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, peta mitigasi bencana sebagai pedoman menghadapi potensi bencana di masa mendatang, serta media pembelajaran yang meningkatkan literasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi multidisiplin menjadi kekuatan utama program tersebut sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek masyarakat pasca bencana, tetapi juga memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Prof. apt. I Ketut Adyana, M.Si., Ph.D., saat membuka seminar menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
“Program ini bukan sekadar pengabdian kepada masyarakat. Ketika masyarakat menghadapi bencana, perguruan tinggi harus hadir membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang memberikan solusi serta memperkuat dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Seminar nasional tersebut diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Indonesia yang menjalankan program pemulihan pasca bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Kehadiran peserta dari berbagai daerah, termasuk Universitas Maluku, menunjukkan luasnya kolaborasi yang dibangun dalam program tersebut.
Ketua Tim Kerja Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, Luthfi Ilham Ramdhani, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 kementerian menerima 606 proposal, mendanai 202 proposal dengan total anggaran mencapai Rp 21,9 miliar, dan memilih 60 tim pelaksana terbaik untuk mempresentasikan hasil program mereka di hadapan reviewer nasional dalam seminar di Medan.
Forum ini menjadi ajang berbagi praktik baik mengenai pemberdayaan masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah daerah, serta komunitas lokal. Berbagai inovasi yang dipresentasikan diharapkan dapat direplikasi di daerah lain sebagai upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.
Keberhasilan meraih Bronze Poster menjadi bukti bahwa mahasiswa dan dosen USK mampu menghasilkan inovasi pengabdian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen USK dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.