Universitas Syiah Kuala (USK) turut berpartisipasi dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, industri, organisasi internasional, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi praktik terbaik dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini diselenggarakan pada 22–25 Juni 2026 di Tangerang, Banten.
Event tersebut dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari berbagai negara dan menjadi bagian dari rangkaian agenda Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026.
Keikutsertaan USK pada forum bergengsi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat reputasi internasional universitas melalui diseminasi berbagai hasil riset, inovasi, dan program pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Selain menjadi ajang berbagi pengalaman, GSDC juga membuka peluang kolaborasi global antarpemangku kepentingan dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada solusi.
Pada kesempatan tersebut, USK menghadirkan booth pameran bertajuk “Inspired by Aceh: Nature Research and Community Impact”. Tema ini menggambarkan komitmen USK dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis potensi lokal Aceh yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.
Berbagai pusat unggulan beserta produk inovasi ditampilkan dalam pameran tersebut. Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) memperlihatkan berbagai inovasi dalam penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan mitigasi risiko yang mendukung pencapaian SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) dan SDG 13 (Climate Action).
Sementara itu, Atsiri Research Center menampilkan berbagai inovasi berbasis pemanfaatan sumber daya hayati Aceh melalui pengembangan tanaman nilam, hilirisasi produk minyak atsiri, serta pemberdayaan petani. USK juga memperkenalkan hasil-hasil riset mengenai biodiversitas darat dan laut Aceh serta Pulau Sumatra sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan, konservasi keanekaragaman hayati, dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Berbagai inovasi tersebut berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 15 (Life on Land).
Selain inovasi riset, USK juga menampilkan Rumah Amal sebagai model pemberdayaan masyarakat dalam penguatan inklusi sosial dan pengentasan kemiskinan berbasis komunitas yang mendukung SDG 1 (No Poverty) dan SDG 10 (Reduced Inequalities). Praktik baik Bank Sampah turut dipresentasikan sebagai implementasi ekonomi sirkular berbasis masyarakat yang mendorong pengelolaan lingkungan berkelanjutan serta pengurangan limbah sesuai dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).

Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., mengatakan bahwa partisipasi USK pada GSDC 2026 merupakan wujud komitmen universitas dalam memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.
Melalui forum internasional ini, ungkap Rektor, USK ingin menunjukkan bahwa berbagai riset dan inovasi yang dikembangkan dari potensi lokal Aceh mampu memberikan solusi bagi berbagai tantangan global.
“Kami percaya bahwa universitas tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat dan mendorong lahirnya inovasi yang bernilai ekonomi,” ujar Rektor.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, menyampaikan bahwa keikutsertaan USK pada GSDC menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat reputasi akademik universitas.
Dirinya menilai, Forum ini memberikan kesempatan bagi USK untuk memperkenalkan berbagai praktik baik, hasil riset, dan inovasi kepada komunitas internasional.
“Di sisi lain, GSDC juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, maupun mitra industri dalam mengembangkan solusi yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals,” katanya.
Direktur Pendidikan dan Administrasi Akademik USK yang didampingi Kepala Subdirektorat Reputasi USK menjelaskan bahwa tema “Inspired by Aceh: Nature Research and Community Impact” dipilih untuk menunjukkan identitas USK sebagai universitas yang mengembangkan riset berbasis potensi daerah dengan orientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai inovasi yang ditampilkan tidak hanya merepresentasikan keunggulan akademik USK, tetapi juga memperlihatkan bagaimana hasil riset dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, mitigasi bencana, hingga pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Keikutsertaan USK dalam GSDC 2026 didukung melalui Program EQUITY USK 2025–2026 yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai bagian dari transformasi institusi menuju universitas berkelas dunia berbasis dampak.
Melalui partisipasi pada Global Sustainable Development Congress 2026, USK kembali menegaskan komitmennya sebagai universitas riset yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals di tingkat nasional maupun global.