Tim dosen Universitas Syiah Kuala (USK) bersama akademisi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) sukses melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Gampong Jurong Mesjid, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.
Program yang digelar melalui skema Community Development International Inbound itu mengangkat tema “Pemanfaatan Olahan Ikan untuk Produk Makanan Bergizi” sebagai upaya meningkatkan nilai tambah potensi perikanan lokal melalui hilirisasi produk pangan berbasis ikan.
Kegiatan ini diketuai oleh Ir. Fahrizal, M.Sc dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) USK. Dalam pelaksanaannya, ia didampingi tim lintas disiplin yang terdiri dari Junaidi M. Affan, S.Pi., M.Si dari Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakhrurazi, S.E., M.M dari Program Studi Ekonomi Manajemen, serta Dr. Yanti Meldasari Lubis, S.TP., M.P dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian.
Program pengabdian tersebut juga menghadirkan kolaborasi internasional melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dari UniSZA Malaysia, yakni Dr. Ishamri Ismail dan Muhammad Hafiz bin Abdullah. Selain itu, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian USK turut dilibatkan secara aktif sebagai bagian dari implementasi pengalaman belajar di luar kampus.
Sebanyak 20 peserta yang tergabung dalam Kelompok Andalan Gampong Jurong Mesjid tampak antusias mengikuti pelatihan teknis yang diberikan. Dalam kegiatan itu, tim instruktur mendampingi masyarakat secara langsung untuk mengolah ikan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi sekaligus memiliki kandungan gizi yang baik.
Beragam produk olahan yang diperkenalkan meliputi surimi sebagai bahan baku dasar, nugget ikan, fish roll, fish katsu, hingga bakso ikan. Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada teknik pengolahan pangan, tetapi juga diarahkan agar mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing pasar.
“Tujuan kami bukan sekadar memberi pelatihan, tapi memastikan masyarakat mampu melakukan hilirisasi produk perikanan sehingga memiliki daya saing pasar dan standar gizi yang baik,” ujar Fahrizal dalam sambutannya.

Sementara itu, Dr. Ishamri Ismail menekankan pentingnya pemanfaatan ikan sebagai sumber pangan bergizi berkualitas untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat.
Program berskala internasional ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognitions (EQUITY) Tahun 2025–2026 Universitas Syiah Kuala.
Selain menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung berbagai target strategis pembangunan. Dari sisi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program ini berkontribusi pada SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui peningkatan akses pangan bergizi; SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan membuka peluang usaha berbasis hasil perikanan; SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi pengolahan pangan; serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dengan mendorong pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal.
Program ini juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong semangat kewirausahaan, percepatan hilirisasi produk pangan, dan penguatan pembangunan nasional yang dimulai dari desa.
Di sisi lain, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) USK, terutama pada aspek pengalaman mahasiswa di luar kampus, keterlibatan dosen dalam aktivitas pengabdian di masyarakat, serta pemanfaatan langsung hasil kerja dosen bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara akademisi lintas negara dan masyarakat desa ini, Gampong Jurong Mesjid diharapkan mampu berkembang menjadi pelopor desa mandiri pangan yang dapat mengolah potensi hasil laut menjadi produk unggulan daerah bernilai ekonomi tinggi.