Universitas Syiah Kuala

Sabet Medali Perunggu di Yogyakarta, Riset Mahasiswa Ilmu Tanah USK Angkat Isu Nasional

Dua penghargaan sekaligus berhasil dibawa pulang tim mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) dari ajang Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) 2026. Dalam kompetisi yang berakhir di Universitas AKPRIND Indonesia, Sabtu (9/5/2026) tersebut, delegasi USK meraih Bronze Medal dan Penghargaan Khusus untuk kategori penelitian berbasis isu nasional.

Tim yang digawangi Dwi Jusi Ramadhani dan Maulidia Rizki ini tampil meyakinkan di bawah bimbingan Muhammad Rusdi, S.P., M.Si., Ph.D. Karya mereka menyisihkan ratusan kompetitor lainnya dalam ajang yang diikuti 300 tim dari berbagai universitas di Indonesia.

Berbeda dengan kompetisi sains biasa, OPI tahun ini menyaring ketat inovasi yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Dari 300 pendaftar, hanya 40 tim finalis yang diundang ke Yogyakarta, termasuk tim Ilmu Tanah USK.

Rektor Universitas AKPRIND Indonesia, Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., saat membuka acara menyebutkan bahwa riset mahasiswa hari ini harus menjadi jawaban atas persoalan pembangunan bangsa. Hal ini sejalan dengan apresiasi khusus yang diterima tim USK, di mana riset mereka dinilai memiliki relevansi tinggi terhadap tantangan yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof. Ir. Sugianto, M.Sc., Ph.D., mengaku bangga atas capaian anak didiknya. Ia melihat prestasi ini sebagai sinyal positif bahwa kualitas akademik mahasiswa FP USK tetap terjaga dan mampu bersaing secara tangguh di level nasional.

“Kami melihat mahasiswa kita tidak hanya punya kapasitas akademik, tapi juga kepekaan terhadap isu nasional. Kami berharap capaian ini memotivasi mahasiswa lain untuk lebih berani melahirkan riset yang bermanfaat bagi publik,” ujar Prof. Sugianto.

Senada dengan itu, Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FP USK, Dr. rer. hort. Indera Sakti Nasution, S.TP., M.Sc., menekankan pentingnya mental kompetisi bagi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman di Yogyakarta ini menjadi modal penting bagi pembentukan karakter dan jejaring akademik mereka di masa depan.

“Pembinaan kemahasiswaan akan terus kita arahkan untuk memperkuat daya saing seperti ini. Hasil di OPI 2026 ini adalah salah satu bukti bahwa jalur yang kita ambil sudah tepat,” pungkasnya.