Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Syiah Kuala menggelar Sidang Pengesahan Program Kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK periode 2026 pada Minggu, 10 Mei 2026 di Lingkungan USK.
Kegiatan ini dipimpin dan diawasi langsung oleh DPM USK sebagai bagian dari fungsi legislasi dan pengawasan terhadap jalannya program kerja BEM USK selama satu periode kepengurusan.
Persidangan berlangsung dinamis dengan pembahasan mendalam terhadap berbagai program kerja kementerian di bawah naungan BEM USK. Dalam proses tersebut, DPM USK menyampaikan sejumlah regulasi baru, evaluasi, serta rekomendasi terhadap program-program yang dipresentasikan.
Hasil sidang menetapkan beberapa program kerja diterima dengan catatan, sebagian lainnya masih dalam tahap pertimbangan, dan beberapa program dinyatakan belum dapat diterima berdasarkan hasil pembahasan bersama.
Selain pembahasan program kerja, sidang juga menyoroti persoalan mekanisme administrasi, khususnya terkait pengadaan tanda tangan DPM USK dalam sejumlah aspek pengesahan dan administrasi internal, terutama pada ruang lingkup Badan Anggaran.
Pihak BEM USK menyampaikan ketidakterimaan terhadap beberapa poin yang dinilai masih perlu dikaji lebih lanjut. Pembahasan mengenai hal tersebut nantinya akan kembali didiskusikan bersama pihak terkait, termasuk rektorat Universitas Syiah Kuala.
Ketua Komisi IV DPM USK selaku stakeholder komunikasi, informasi, dan hubungan antar lembaga, Rafi Aulia Rambe menyampaikan bahwa sidang ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama antara lembaga eksekutif dan legislatif mahasiswa.
“Sidang ini merupakan salah satu bukti tanggung jawab dari dua lembaga, yakni eksekutif dan legislatif. BEM USK merupakan mitra kerja kami dan kami menghargai serta menyatakan dukungan penuh terhadap program-program kerja yang dinilai baik dalam menunjang IKU Universitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPM USK, Alfhat Ghifari menegaskan bahwa DPM USK akan tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga eksekutif pasca sidang pengesahan program kerja.
“Kami akan tetap mengawasi eksekutif dan tetap menjalankan integritas kami sebagai DPM untuk melakukan pengawasan setelah sidang ini,” kata Alfhat Ghifari.
Kegiatan ini turut diliput oleh sejumlah media pers kampus di lingkungan Universitas Syiah Kuala, yakni Hahoe, Maroon Vox, Perspektif FEB, dan Detak USK.