Program Studi Doktor Ilmu Pertanian, Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka kegiatan Summer Course World Class University (WCU): Program Equity. Mengusung tema “Advancing Agricultural Innovation through Scientific Writing and Publication for Sustainable Development Goals (SDGs)”, program ini dirancang sebagai langkah strategis dalam mendorong inovasi pertanian sekaligus memperkuat reputasi akademik USK di tingkat global.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional antara USK dan Institute of Tropical Agriculture and Food Security (ITAFoS), Universiti Putra Malaysia (UPM). Didukung penuh oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Program ini bertujuan memperkuat jejaring akademik global, serta meningkatkan kapasitas riset dan publikasi ilmiah bereputasi internasional di lingkungan kampus.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Pertanian USK, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., menyampaikan bahwa Summer Course ini dirancang khusus untuk mengakselerasi kemampuan menulis mahasiswa.
“Program ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas riset, memperluas kolaborasi internasional, serta mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi berbasis publikasi global,” ujar Prof. Rina.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, diawali dengan kelas daring pada 4–8 Mei 2026, lalu dilanjutkan dengan kelas luring pada 18–22 Mei 2026 bertempat di Sekolah Pascasarjana USK. Pembelajaran dikemas secara komprehensif mencakup kuliah interaktif, diskusi intensif, serta kunjungan lapangan dengan total durasi 40 jam pembelajaran selama 10 hari kerja.
Untuk menjamin kualitas akademik yang unggul, program ini menghadirkan para tenaga pengajar berkompeten dari kedua institusi mitra. Dari ITAFoS UPM, hadir tiga pakar dan peneliti senior, yaitu Prof. Anjas Asmara Syamsudin, Prof. Hasliza, dan Assoc. Prof. Dr. Siti Izera. Sementara dari USK, materi pengajaran dipandu langsung oleh Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc.
Sebanyak 20 mahasiswa terpilih menjadi peserta inti dalam kegiatan ini, terdiri dari 15 mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian USK angkatan 2024–2025 dan 5 mahasiswa Program Doktor serta Magister dari UPM. Selain peserta inti, kegiatan akademik ini juga dibuka secara fleksibel bagi mahasiswa dan dosen muda dari berbagai perguruan tinggi lainnya, baik secara daring maupun luring.
Direktur Sekolah Pascasarjana USK, Prof. Dr. Hizir, menyatakan bahwa program intensif ini memegang peran penting dalam membantu mahasiswa doktoral. “Kegiatan ini sangat krusial dalam mempercepat masa studi mahasiswa melalui bimbingan penulisan karya ilmiah berstandar internasional yang terarah,” tegasnya.
Senada dengan itu, Ketua Program WCU USK yang diwakili oleh Dr. Gholib, S.Pt., M.Si., menegaskan pentingnya luaran dari kolaborasi ini.
“Melalui program ini, kita tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik individu, tetapi juga membuka peluang kolaborasi global yang lebih luas guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDGs 4 (Quality Education), SDGs 2 (Zero Hunger), serta SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure),” pungkas Gholib.