Universitas Syiah Kuala

USK Gelar CIVIL INSIGHT 2026, Dorong Infrastruktur Tangguh Pasca Bencana di Aceh

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik menggelar kegiatan CIVIL INSIGHT 2026 dengan tema “Stronger After Disaster: Membangun Infrastruktur Tangguh untuk Aceh Pasca Bencana Hidrometeorologi”. di Banda Aceh, Selasa, (14 April 2026).

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri sekitar 250 peserta dari berbagai kalangan, termasuk Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, unsur pemerintah daerah, pimpinan USK, perwakilan lembaga teknis, akademisi, praktisi, hingga mahasiswa. Rangkaian kegiatan meliputi talkshow, kuliah umum, seminar, serta silaturahmi antar pemangku kepentingan. CIVIL INSIGHT 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan konsep dan solusi pembangunan infrastruktur yang tangguh, khususnya dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi.

Kepala Departemen Teknik Sipil USK, Dr. Ir. Yusria Darma, S.T., M.Eng.Sc., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terkait dampak bencana hidrometeorologi terhadap infrastruktur, sekaligus mendorong penguatan konsep pembangunan berbasis mitigasi risiko.

“Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pemikiran strategis serta solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh pascabencana,” ujarnya.

Rektor USK yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis, Prof. Dr. Ir. Taufiq S., M.Eng., IPU, menegaskan bahwa ketangguhan infrastruktur menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak kerugian serta mempercepat proses pemulihan pasca bencana.

“Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi merupakan pondasi penting dalam merancang solusi yang tepat guna. Melalui kegiatan ini, USK berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan Aceh yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Taufiq.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, hadir sebagai keynote speaker dan memaparkan strategi pembangunan pasca bencana yang sejalan dengan agenda nasional, khususnya dalam memperkuat ketahanan infrastruktur. Ia menyoroti sejumlah prioritas, antara lain penanganan aliran sungai dari hulu ke hilir, pembangunan sabo dam sebagai pengendali sedimen, penyediaan hunian layak bagi masyarakat terdampak, serta percepatan pemulihan infrastruktur konektivitas seperti jalan dan jembatan.

“Pengalaman Aceh menunjukkan bahwa pembangunan ke depan harus berbasis mitigasi risiko, didukung infrastruktur tangguh, serta kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bireuen, Ir. Fadhli Amir, S.T., M.T., IPM, memaparkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan pendekatan Build Back Better melalui empat pilar utama, yakni relokasi geospasial cerdas, normalisasi ekohidrologis, rekayasa infrastruktur tahan iklim, dan sinergi lintas kewenangan.

Di sisi inovasi, dosen senior Teknik Sipil USK, Ir. Huzaim, M.T., memperkenalkan konsep Rumah Layak Huni Baja Hollow sebagai alternatif hunian pascabencana yang ramah lingkungan dan efisien. Inovasi ini memanfaatkan material baja hollow untuk meminimalkan penggunaan kayu, sekaligus meningkatkan ketahanan bangunan terhadap kondisi ekstrim.

Wakil Dekan Akademik Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Iskandar, S.T., M.Eng.Sc., IPM, turut menegaskan komitmen fakultas dalam mendukung pemulihan pasca bencana melalui keterlibatan mahasiswa. Sebanyak 1.500 mahasiswa Fakultas Teknik telah diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak seperti Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara melalui program KKN Tematik.