Universitas Syiah Kuala (USK) terus memacu langkah menuju panggung dunia. Melalui Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI), universitas jantung hati rakyat Aceh ini menggelar program Visiting Professor selama lima hari, mulai 7 hingga 11 April 2026.
Program strategis ini menghadirkan pakar dari Universiti Malaya, Hutkemri, sebagai narasumber utama. Agenda ini difokuskan untuk membedah strategi penulisan artikel ilmiah agar mampu menembus jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus maupun Web of Science (WoS).
Rangkaian kegiatan dibuka dengan workshop intensif di ruang teleconference FKIP USK, Selasa (7/4/2026). Sebanyak 59 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa program doktor dan magister, serta staf peneliti ambil bagian dalam sesi bedah karya ilmiah tersebut.
Ketua World Class University (WCU) USK, Muslim Akmal, saat membuka acara menegaskan bahwa peningkatan publikasi ilmiah adalah kunci utama dalam mendorong reputasi global universitas. Ia memaparkan bahwa posisi USK saat ini terus merangkak naik di pemeringkatan dunia.
“Saat ini USK berada pada peringkat 1401+ versi QS World University Rankings, posisi 962 untuk QS Sustainability Rankings, serta 1501+ berdasarkan Times Higher Education World University Rankings. Penguatan riset adalah bahan bakar utama untuk terus memperbaiki posisi ini,” ujar Muslim.
Dalam sesi pemaparannya, Hutkemri menekankan bahwa “nyawa” dari sebuah artikel ilmiah terletak pada unsur kebaruan atau novelty. Ia menjelaskan bahwa peneliti harus berani keluar dari pola lama dan menawarkan perspektif baru.
“Kebaruan tidak harus selalu berupa produk fisik. Ia bisa hadir dalam bentuk konsep, teori, maupun pendekatan riset yang berbeda. Peneliti juga harus peka terhadap isu mutakhir seperti deep learning dan kecerdasan buatan (AI) agar risetnya relevan dengan perkembangan global,” jelas Hutkemri.
Sebagai langkah konkret, sebanyak 10 artikel pilihan peserta akan langsung direviu secara mendalam oleh Hutkemri. Kepala PRP-PMRI USK, Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd, menargetkan hasil pendampingan ini dapat segera dikirimkan (submit) ke jurnal internasional bereputasi kuartil satu (Q1) paling lambat pada Mei 2026.
Selain workshop penulisan, program Visiting Professor ini juga mencakup agenda luas lainnya, mulai dari kuliah umum, kunjungan sekolah (school visit), hingga Focus Group Discussion (FGD). Diskusi tersebut akan membahas peluang kolaborasi riset internasional, penyelenggaraan summer course, hingga optimalisasi platform pembelajaran digital.
Apresiasi senada juga datang dari Plt. Dekan FKIP USK, Sanusi, yang menilai kegiatan ini sebagai implementasi nyata kerja sama antara USK dan Universiti Malaya. Ia berharap sinergi ini melahirkan penelitian berkualitas yang konsisten dan mampu bersaing di kancah akademik internasional.