Universitas Syiah Kuala

Kisah Ahmed, Mahasiswa Kedokteran USK Asal Palestina yang Terpikat Hangatnya Aceh

Bagi Ahmed M. A. Aburokba, menempuh studi ribuan kilometer dari tanah kelahirannya, Palestina, memberikan spektrum pengalaman spiritual yang mendalam. Mahasiswa internasional di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) ini mengaku menemukan “rumah kedua” di Aceh, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan.

Sudah setahun Ahmed menetap di Bumi Serambi Mekkah. Baginya, Ramadan di Aceh bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah simfoni kebersamaan dan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

“Saya merasakan kenyamanan yang luar biasa. Suasana di Aceh selama Ramadan berubah menjadi begitu spiritual, tenang, namun penuh energi kebersamaan. Masyarakatnya sangat aktif menghidupkan masjid dan memiliki tradisi berbagi makanan berbuka yang sangat menyentuh,” ungkap Ahmed.

Sebagai mahasiswa kedokteran, rutinitas Ahmed tentu tidak ringan. Di tengah kewajiban berpuasa, ia tetap berjibaku dengan jadwal perkuliahan yang padat dan diskusi kelompok bersama rekan sejawatnya di kampus. Ia mengakui bahwa manajemen waktu antara ibadah, belajar, dan aktivitas harian menjadi tantangan tersendiri.

Namun, tantangan terberat justru dirasakannya pada awal kedatangannya setahun silam. “Proses adaptasi dengan lingkungan, budaya, hingga bahasa adalah pengalaman yang menantang. Tapi seiring berjalannya waktu, keramahan masyarakat Aceh membuat saya merasa sangat diterima,” tambahnya.

Selama Ramadan, Ahmed aktif meleburkan diri dalam kearifan lokal. Mulai dari mengikuti buka puasa bersama (iftar), menunaikan salat Tarawih berjamaah, hingga berburu takjil di bazar Ramadan yang meriah. Baginya, momen-momen ini menjadi medium untuk memahami lebih dalam denyut nadi kehidupan masyarakat Aceh.

Menariknya, lidah Ahmed pun mulai akrab dengan rempah-rempah lokal. Dari sekian banyak kuliner yang pernah ia cicipi, satu menu telah mencuri perhatiannya. “Mie Aceh goreng adalah favorit saya. Cita rasanya sangat khas, berani, dan lezat,” akunya sembari tersenyum.

Pengalaman Ramadan di Aceh menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup Ahmed di Indonesia. Selain menimba ilmu medis di USK, keberadaannya menjadi jembatan pertukaran budaya yang memperkaya perspektifnya tentang harmoni kehidupan beragama.

Bagi USK, kehadiran mahasiswa seperti Ahmed membuktikan bahwa universitas tertua di Aceh ini telah menjadi destinasi global yang inklusif, di mana ilmu pengetahuan bersanding selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan religi.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://daftartotosuper.com/ https://ingattotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/ https://aheartfulloflove.com/service