Universitas Syiah Kuala (USK) sukses menuntaskan program internasional bertajuk Summer Course on Japanese Language and Career Pathway 2026. Program kolaboratif yang berlangsung selama dua pekan (15–27 Februari) ini resmi ditutup di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa USK, Darussalam, Banda Aceh, Kamis, 27 Februari 2026.
Kegiatan strategis ini merupakan bagian dari akselerasi World Class University (WCU) USK berbasis skema ‘equity’, yang didukung penuh oleh pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.
Program ini diikuti oleh 30 mahasiswa terpilih, yang terdiri dari 15 mahasiswa USK dan 15 mahasiswa dari International Islamic University Malaysia (IIUM). Selama program, para peserta tidak hanya digembleng dalam pelatihan bahasa Jepang, tetapi juga pemetaan jalur karier internasional serta penguatan wawasan berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).
Acara penutupan menjadi panggung unjuk gigi bagi para peserta. Empat kelompok mahasiswa memaparkan analisis kritis mengenai relevansi SDGs dalam dunia pendidikan dan karier global, khususnya pada poin Pendidikan Berkualitas (SDGs 4), Energi Bersih dan Terjangkau (SDGs 7), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDGs 8), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDGs 17).
Diskusi berlangsung dinamis dengan hadirnya panelis lintas pakar USK, yakni Prof. Melinda, Dr. Cut Dahlia Iskandar, Dr. Marty Mawarpury, dan Dr. Sarwo Edhy Sofyan. Para panelis memberikan penguatan konseptual serta rekomendasi aplikatif atas gagasan yang dipaparkan mahasiswa dari perspektif Indonesia, Malaysia, dan Jepang.
Kepala UPT Bahasa USK sekaligus Ketua Program, Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling., bersama Nilam Bekti Sumardhani, M.Eng., dalam sesi refleksi memaparkan sejumlah capaian utama program. Selain penguatan kompetensi dasar Hiragana dan Katakana, mahasiswa juga dibekali pemahaman etos kerja Jepang, simulasi wawancara kerja, hingga mobilitas internasional.
“Program ini bukan sekadar kursus bahasa. Ini adalah ruang pembentukan pola pikir (mindset), pembangunan jejaring internasional, dan penyiapan kesiapan karier melalui kolaborasi lintas negara,” tegas Kismullah.
Apresiasi tinggi datang dari Ketua WCU USK, Prof. Muslim Akmal. Ia menyatakan bahwa Summer Course Bahasa Jepang dan Jalur Karier ini merupakan salah satu program WCU dengan pengelolaan terbaik pada tahun berjalan.
“Desain akademik, efektivitas kolaborasi mitra, serta dampak internasionalisasi yang dihasilkan program ini menjadi model praktik baik (best practice) bagi program WCU lainnya di lingkungan Universitas Syiah Kuala,” ujar Prof. Muslim.
Melalui program ini, USK semakin mempertegas posisinya dalam kancah pendidikan tinggi global, sekaligus mencetak lulusan yang siap berkompetisi di pasar kerja internasional dengan berbekal kompetensi bahasa dan kesadaran akan isu pembangunan berkelanjutan