Mahasiswa K3S Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (FKEP USK) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan bazar edukatif di Gampong Lam Ujong, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari stase Sosio Technopreneur yang bertujuan menghadirkan inovasi berbasis teknologi dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa di bawah bimbingan Ns. Suraya Putri memperkenalkan website SIGAP (Sistem Informasi Gizi Anak dan Pangan MPASI) sebagai media edukasi digital bagi orang tua. Website SIGAP MPASI memuat informasi lengkap mengenai tahapan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai usia anak, menu dan resep MPASI tujuh hari, pilihan camilan sehat, tracker pertumbuhan anak, penanganan anak GTM (Gerakan Tutup Mulut), FAQ seputar MPASI, hingga kalkulator kebutuhan MPASI.
Selain itu, tersedia pula laporan nutrisi mingguan yang membantu orang tua memantau asupan gizi anak secara terstruktur. Kegiatan bazar yang dilaksanakan bersamaan dengan sosialisasi tersebut disambut antusias oleh masyarakat Gampong Lam Ujong.
Tidak hanya memperkenalkan website, tim mahasiswa juga menyediakan media edukasi berupa flashcard ringkas yang memuat materi penting terkait pengertian dan waktu dimulainya MPASI, prinsip utama MPASI, tekstur, porsi, dan frekuensi MPASI sesuai kelompok usia (6–8 bulan, 9–11 bulan, dan 12–24 bulan), tanda bayi lapar dan kenyang, cara memperkenalkan makanan baru serta kewaspadaan terhadap alergi, prinsip kebersihan MPASI, hingga daftar makanan yang perlu dihindari. Flashcard tersebut dilengkapi dengan QR Code yang terhubung langsung ke website SIGAP MPASI.
Sebagai bentuk inovasi produk dalam kegiatan sosio-technopreneur, mahasiswa turut menyediakan produk olahan sehat berupa nugget tempe sebagai alternatif camilan bergizi bagi anak. Produk ini diharapkan dapat menjadi contoh pengolahan pangan lokal yang sehat, terjangkau, dan bernilai gizi tinggi.
Pembimbing akademik, Ns. Suraya Putri, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam edukasi MPASI menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan kurangnya literasi gizi di masyarakat.
“Melalui SIGAP MPASI, kami ingin memudahkan orang tua dalam mengakses informasi yang tepat dan terpercaya mengenai pemberian makanan pendamping ASI. Harapannya, inovasi ini dapat membantu mencegah masalah gizi sejak dini,” ujarnya.
Kader Desa Lam Ujong, Safrina, turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Profesi Ners FKEP USK. Menurutnya, kehadiran website SIGAP MPASI sangat membantu masyarakat, khususnya para ibu, dalam memperoleh informasi yang mudah diakses dan dipahami.
“Bagus ada website informasi seperti ini karena mempermudah ibu-ibu dalam membaca dan memahami MPASI,” kata Safrina.
Mahasiswa K3S Profesi Ners FKEP USK berkomitmen untuk terus melakukan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat sehingga inovasi SIGAP MPASI dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di Gampong Lam Ujong.