Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengembangkan inovasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.
Kehadiran mahasiswa tersebut disambut hangat oleh aparatur gampong dan masyarakat setempat yang berharap program ini dapat memberikan solusi nyata bagi percepatan pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berdampak yang berlangsung selama 20 hari. Mengusung tema “Penerapan Kompor Tekanan Tinggi Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Larutan Pembersih Kerak Hemat Air sebagai Solusi Energi dan Efisiensi Produksi Usaha Masyarakat Terdampak Bencana,” mahasiswa menghadirkan teknologi tepat guna yang murah, ramah lingkungan, dan mudah diaplikasikan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Ketua kegiatan, Fachrizal Ambia, S.Pd., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP USK, secara simbolis menyerahkan mahasiswa kepada pemerintah gampong. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa dapat berkolaborasi dan belajar bersama masyarakat, sehingga inovasi yang dikembangkan benar-benar memberi manfaat nyata,” katanya.
Program ini melibatkan mahasiswa lintas fakultas di lingkungan USK yang berada di bawah naungan UKM Taekwondo USK, serta didukung tim dosen lintas disiplin dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Pertanian. Kolaborasi ini memungkinkan transfer pengetahuan dan teknologi secara komprehensif kepada masyarakat.
Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan bakar alternatif dinilai mampu menekan biaya energi sekaligus mengurangi limbah rumah tangga. Sementara itu, larutan pembersih hemat air diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi usaha masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana.
Sementara itu Keuchik Gampong Geunteng, Usman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan USK yang menjadikan gampongnya sebagai lokasi pengabdian masyarakat. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa membawa semangat baru serta pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi tantangan pascabencana.
“Kami sangat berbahagia dan menyambut dengan terbuka kehadiran adik-adik mahasiswa. Semoga kegiatan ini benar-benar membantu masyarakat kami untuk bangkit,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan dalam memahami persoalan riil masyarakat, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendorong kemandirian dan percepatan pemulihan ekonomi Gampong Geunteng pascabencana.