CIMSA Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mendorong peran mahasiswa dalam pemulihan pasca bencana melalui kegiatan webinar edukatif bertajuk SAFE (Strategic Action for Flood Emergency). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 18 Januari 2026 dan berfokus pada peningkatan pengetahuan pemulihan pasca bencana banjir serta mitigasi bencana, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi banjir berulang.
Webinar SAFE ini turut bekerja sama dengan BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta masyarakat umum. Project Officer kegiatan, Ahmad Yasin, menyampaikan bahwa webinar ini merupakan bentuk komitmen CIMSA FK USK dalam berkontribusi aktif terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, khususnya dalam menghadapi dampak bencana banjir. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini mendorong peran mahasiswa dalam upaya promotif dan preventif, sekaligus membekali mereka sebagai calon tenaga kesehatan di masa depan.
Sebelum pelaksanaan webinar, para panitia terlebih dahulu mengikuti Pre-Activity Training yang dilaksanakan satu minggu sebelumnya sebagai upaya penguatan pemahaman awal mengenai kondisi kebencanaan di Aceh. Webinar kemudian dibuka dengan pemaparan materi pertama bertajuk “Flood Recovery and Community Resilience” oleh Fazli, SKM., M.Kes, selaku Analisis Kebencanaan Ahli Madya Kesiapsiagaan BPBA. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan konsep pemulihan pasca bencana banjir, mitigasi bencana, sanitasi lingkungan, serta peran masyarakat dalam membangun kembali kesiapsiagaan untuk mengurangi dampak banjir yang berulang.
Peserta juga terlibat aktif melalui sesi tanya jawab sebagai upaya meningkatkan pemahaman serta keterampilan dalam menghadapi situasi darurat bencana. “Saya mendukung penuh kegiatan ini untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat sinergi dan ketangguhan dalam menghadapi bencana banjir,” ujar Fazli.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua bertajuk “Post-Flood Health Challenges” oleh dr. Andhika Citra Buana. Dalam materinya, ia memaparkan berbagai tantangan kesehatan masyarakat pasca banjir, pentingnya dukungan kesehatan mental, serta langkah pencegahan penyakit yang kerap muncul setelah banjir seperti diare, malaria, kolera, dan tifoid. Penyampaian materi yang interaktif turut meningkatkan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Local Coordinator CIMSA FK USK, Ikhwan Syafawi, menambahkan bahwa kegiatan ini mencerminkan karakter CIMSA yang inklusif dan menekankan semangat kolaborasi dalam menghadapi kebencanaan melalui keterlibatan mahasiswa kedokteran bersama masyarakat serta pemangku kepentingan terkait. “Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terdampak, sehingga selaras dengan visi CIMSA dalam meningkatkan taraf kesehatan nasional,” tuturnya.