Universitas Syiah Kuala

Kolaborasi E-TikBroh.Yak dan Fisika USK Salurkan Filter Air Bersih untuk Korban Banjir Aceh

Sebuah kolaborasi unik antara aplikasi layanan jemput-antar sampah e-TikBroh.Yak dengan Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala (USK), menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir parah di sejumlah wilayah Aceh Utara dan Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan yang berlangsung intensif pada 3 hingga 4 Januari 2026 ini, menyasar lokasi terdampak kritis seperti Desa Lhok Puuk, Kecamatan Seunedon, wilayah Kecamatan Langkahan di Aceh Utara, serta komunitas di Kabupaten Pidie Jaya.

Bantuan yang disalurkan merupakan hasil komitmen donasi yang diubah menjadi solusi pemulihan berkelanjutan, terutama dalam bentuk peralatan filter air bersih rakitan skala rumah tangga. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi masalah mendesak pascabanjir, di mana akses air bersih sering terputus atau tercemar.

Koordinator kegiatan, Rizanna Rosemary, menegaskan bahwa bantuan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, menghubungkan ilmu fisika dengan kebutuhan praktis masyarakat.

“Sejak bencana di Aceh terjadi, kami melihat langsung bagaimana sumur menjadi sumber masalah sekaligus harapan. Karena itu Fisika FMIPA ingin hadir dengan ilmu yang kami miliki. Filter Rakitan ini sangat sederhana dan murah, satu paket bisa dipakai bertahun-tahun bila dirawat. Insya Allah warga tidak lagi harus membeli air galon mahal atau mengambil air sungai yang belum aman,” ujar Rizanna.

Selain alat filter air, bantuan juga mencakup kebutuhan dapur (panci dan kuali), peralatan kebersihan dapur, serta kebutuhan spiritual berupa Al-Qur’an dan sarung.

Dukungan pangan diperkuat melalui sinergi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian USK, serta Satgas Bencana USK. Donasi tambahan juga datang dari Komunitas Kyoto–Aceh dan alumni Sakura Change Program (berupa 50 kilogram cabai), serta dukungan finansial dari Rumah Amal USK.

Tim kolaborasi ini juga melaksanakan dua kegiatan pendampingan penting, yakni sosialisasi pembuatan filter air bersih rakitan skala rumah tangga dan kegiatan psikososial bersama anak-anak di Desa Lhok Puuk.

“Anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak secara psikologis. Melalui kegiatan bermain dan edukasi ringan, kami berharap mereka bisa kembali merasa aman dan ceria di tengah kondisi yang masih sulit,” tambah tim.

Melalui kolaborasi antara teknologi hijau dan institusi akademis ini, e-TikBroh.Yak dan FMIPA USK berharap bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan kemandirian dalam pemenuhan air bersih, serta menumbuhkan kembali semangat kebersamaan pascabencana.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://ayomaintotosuper.com/ https://wajibtotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/