Universitas Syiah Kuala

USK Terjunkan Satgas Lintas Fakultas, Layani 2.000 Korban Bencana di Tiga Kabupaten

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui sinergi Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keperawatan (FKep), dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan menggelar layanan kesehatan darurat bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di tiga kabupaten di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Aceh Utara.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini merupakan implementasi hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek Batch 2 Bidang Kesehatan Tahun 2025. Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bukti nyata peran akademisi USK dalam mendukung penanganan krisis kesehatan masyarakat di wilayah pascabencana.

Ketua Tim Hibah PKM, Dr. dr. Dedy Syahrizal, M.Kes, yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Keuangan FK USK, menjelaskan bahwa layanan kesehatan ini difokuskan pada kelompok masyarakat paling rentan terdampak bencana.

 “Kami memprioritaskan pelayanan kepada lansia, ibu hamil, ibu menyusui, serta bayi dan balita yang sangat rentan terhadap gangguan kesehatan. Hingga penutupan kegiatan pada 27 Desember 2025, tercatat lebih dari 2.000 warga telah terlayani,” ujar Dr. Dedy dalam keterangannya, Minggu (28/12).

Layanan kesehatan darurat ini berlangsung selama 22–27 Desember 2025 dan dilaksanakan pada tiga lokasi utama dengan skema pelaksanaan yaitu Aceh Tamiang tiga gelombang pelayanan, kemudian Aceh Utara: dua gelombang pelayanan dan Pidie Jaya: satu gelombang pelayanan.

Di lapangan, tim medis menangani berbagai keluhan kesehatan masyarakat, baik penyakit tidak menular seperti hipertensi dan dispepsia, maupun penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, serta infeksi kulit (tinea corporis). Selain itu, keluhan gangguan muskuloskeletal seperti low back pain (LBP) dan mialgia juga banyak ditemukan pada warga terdampak.

Kegiatan yang berpusat di Posko Satgas Fakultas Keperawatan USK ini melibatkan tim tenaga kesehatan lintas profesi yang terdiri atas dosen, dokter, perawat, serta bidan desa. Kolaborasi ini memperkuat efektivitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Bentuk layanan yang diberikan tidak hanya berupa pengobatan massal, tetapi juga mencakup skrining kesehatan, pemberian makanan tambahan (PMT) bagi kelompok rentan, edukasi kesehatan, serta tindakan perawatan langsung di lokasi pengungsian.

“Melalui dukungan hibah dari Kemdiktisaintek ini, kami berharap proses pemulihan kesehatan masyarakat Aceh pasca bencana dapat berjalan lebih cepat serta resiko munculnya penyakit menular dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkas Dr. Dedy.

https://bkpsdm.tubankab.go.id/ https://siakad.uinbanten.ac.id/ https://centrodeservicio.ecci.edu.co/ecci/ https://linktr.ee/pisangbetslot https://ayomaintotosuper.com/ https://wajibtotokl.com/ https://toto-kl.rpg.co.id/ https://mez.ink/totosuper.idn pisangbet https://baidich.com/rewards/ https://fib.unair.ac.id/fib/