Universitas Syiah Kuala

USK, Rindam IM dan PPAPT Gelar Pelatihan Bela Negara bagi Mahasiswa ADik Aceh

Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM) menyelenggarakan kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2025 wilayah Aceh.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Oktober 2025 ini, dipusatkan di Kompleks Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar. Sebanyak 58 mahasiswa penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dari lima perguruan tinggi negeri di Provinsi Aceh ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Peserta terdiri atas mahasiswa dari USK, Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Teuku Umar (UTU), Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, serta Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Komandan Rindam Iskandar Muda, Brigjen TNI Hasandi Lubis, S.I.P., M.M., M.Han. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya semangat bela negara bagi generasi muda, khususnya mahasiswa penerima beasiswa afirmasi yang dipersiapkan menjadi agen perubahan di daerah asal masing-masing.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan fisik, tetapi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan cinta tanah air. Mahasiswa harus menjadi teladan di lingkungannya dan berperan aktif menjaga keutuhan NKRI,” ujar Brigjen TNI Hasandi Lubis.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara PPAPT sebagai penyelenggara program beasiswa ADik, USK sebagai koordinator pelaksana di wilayah Aceh, dan Rindam IM sebagai mitra dalam pembinaan karakter dan bela negara.

“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dan perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa ADik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat,” ungkap Prof. Farid.

Selama pelaksanaan, mahasiswa mengikuti beragam kegiatan pembinaan yang dirancang untuk menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Di antaranya pelatihan dasar bela negara dan kedisiplinan oleh instruktur TNI, materi wawasan kebangsaan, penguatan karakter, kepemimpinan, etika digital, serta kegiatan outbound dan simulasi lapangan yang menekankan kerja sama tim dan daya juang.

Selain pelatihan fisik dan teori, peserta juga mengikuti sesi refleksi dan motivasi untuk memperkuat pemahaman mengenai peran mahasiswa sebagai generasi penerus yang berintegritas dan memiliki tanggung jawab sosial tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa penerima Beasiswa ADik dapat memahami nilai-nilai dasar bela negara, memperkuat rasa cinta tanah air, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kontribusi mereka dalam membangun bangsa melalui bidang keilmuan masing-masing.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/