Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat komitmennya dalam diplomasi pendidikan di kawasan Pasifik melalui penerimaan kunjungan Atase Pendidikan Port Moresby, Papua Nugini, Arief Kusdwiadnanto. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Mini Rektor USK pada Rabu lalu ini, secara khusus bertujuan untuk memantau kemajuan akademik dan kesejahteraan mahasiswa internasional asal Papua Nugini dan Solomon Island.
Mahasiswa-mahasiswa tersebut merupakan bagian dari program bergengsi Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan The Indonesian AID Scholarship (TIAS). Mereka yang ditinjau adalah Vetari Kila (Program Studi Akuntansi) dan Kaloma Tombena (Program Studi Teknik Sipil) dari Papua Nugini, serta Jayleen Rizwold Qoqonokana (Program Studi Kedokteran Hewan) dari Solomon Island.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya menegaskan bahwa USK siap menjadi hub pendidikan yang unggul bagi negara-negara Pasifik.
“USK memiliki komitmen kuat untuk mendukung mahasiswa internasional yang datang melalui program strategis seperti KNB dan TIAS. Saat ini kami memiliki 150 mahasiswa internasional yang aktif menempuh studi, dan kami berharap para mahasiswa dari Papua Nugini dan Solomon Island ini tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif membaur dalam kegiatan kampus dan memperoleh pengalaman budaya yang kaya selama berada di Aceh,” tutur Rektor.

Di sisi lain, Atase Pendidikan Port Moresby, Arief Kusdwiadnanto, menyampaikan apresiasi tinggi atas fasilitas dan penerimaan yang diberikan USK.
“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang hangat dan dukungan penuh dari USK. Kami mengapresiasi upaya USK memastikan lingkungan akademik yang kondusif bagi mahasiswa kami. Kami berpesan kepada para mahasiswa agar dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, menyelesaikan studi tepat waktu, dan memahami keragaman budaya Indonesia,” jelas Arief.
Pertemuan strategis ini menjadi indikator nyata upaya USK dalam mengimplementasikan visinya sebagai universitas berintegritas dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Pasifik.