Universitas Syiah Kuala

USK Dorong Produk Lokal Berkelanjutan Lewat Inovasi Mahasiswa dan Kebijakan Pengadaan Hijau

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmen terhadap pengembangan produk lokal berkelanjutan melalui inovasi pangan bergizi bernama NURAM (Nugget Tiram). Produk ini dikembangkan dari bahan baku tiram (Saccostrea cucullata) yang diperoleh dari pesisir Desa Alue Naga, Kota Banda Aceh, dengan tujuan meningkatkan nilai ekonomi lokal sekaligus mendukung pencegahan stunting di masyarakat.

Tim mahasiswa lintas program studi ini terdiri atas Mulia Nasriza, Najwa Miftahul Jannah, Cut Najhan Riza, Sabila Mauliza, dan Zahrina Arifah, di bawah bimbingan dosen Maulina dari Fakultas Keperawatan USK. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kewirausahaan 2024, inovasi mereka berhasil meraih pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Mulia menjelaskan, penggunaan tiram lokal dipilih karena bahan ini kaya akan protein, zinc, zat besi, kalsium, dan kalium yang penting untuk tumbuh kembang anak, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Selain berfokus pada aspek gizi, kegiatan ini juga memberi dampak sosial-ekonomi yang nyata dengan memberdayakan pedagang dan nelayan tiram di kawasan pesisir Alue Naga sebagai pemasok utama bahan baku.

“Melalui inovasi ini, kami berharap dapat membantu peningkatan gizi masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha tiram lokal,” ungkap Mulia.

Produk NURAM kini telah dipasarkan di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Lhokseumawe, dan Bireuen, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama konsumen produk olahan beku (frozen food).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK menyampaikan bahwa inovasi mahasiswa seperti NURAM sejalan dengan komitmen USK dalam mendukung ekonomi lokal melalui kebijakan pengadaan berkelanjutan (green procurement).

Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), USK tengah menerapkan kebijakan internal untuk memprioritaskan produk lokal dan ramah lingkungan dalam kegiatan kampus, termasuk konsumsi acara, pameran, dan kebutuhan kantin universitas.

“USK mendorong agar produk-produk hasil inovasi mahasiswa dan UMKM binaan kampus dapat menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan universitas. Ini adalah langkah konkret menuju pengadaan hijau yang mendukung SDG 12 tentang konsumsi dan produksi berkelanjutan,” jelasnya.

Produk NURAM telah melalui uji laboratorium kandungan gizi, serta mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal MUI, memastikan bahwa produk ini aman dan berkualitas tinggi. Ke depan, USK berencana menjalin kerja sama lebih luas dengan pelaku UMKM lokal dan kelompok masyarakat pesisir untuk memperluas distribusi produk semacam ini di lingkungan kampus.

USK berkomitmen melanjutkan berbagai inisiatif serupa yang memadukan inovasi akademik, keberlanjutan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui dukungan terhadap produk seperti NURAM, universitas berharap dapat membangun ekosistem yang menjadikan produk lokal Aceh sebagai bagian integral dari rantai pengadaan kampus.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/