Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan posisinya sebagai pusat inovasi kesehatan global dengan sukses menyelenggarakan The 8th Aceh International Nursing Conference (AINC). Konferensi tahunan ini mengusung tema “Mendorong Kolaborasi Global dalam Ilmu Keperawatan dan Kesehatan melalui Inovasi Digital untuk Sistem Kesehatan Berkelanjutan.”
AINC ke-8 menjadi forum strategis yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai benua untuk membahas bagaimana teknologi digital dapat menjawab tantangan krisis iklim dan kesiapsiagaan darurat kesehatan global.
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. IPU, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan AINC ini sejalan dengan visi USK untuk menjadi kampus bereputasi global yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan terselenggaranya AINC ke-8 ini, Fakultas Keperawatan USK terus memperkuat posisi sebagai pusat pengembangan ilmu keperawatan di tingkat nasional dan internasional, khususnya dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam layanan kesehatan,” ujar Prof. Agussabti.

Ketua Panitia, Dr. Ardia Putra, MNS, melaporkan bahwa konferensi kali ini menghadirkan pembicara kunci dari institusi ternama dunia, baik secara luring maupun daring. Pembahasan utama berfokus pada dua isu mendesak:
Kesiapsiagaan Darurat dan Iklim: Para pakar dari Malaysia dan Inggris menyoroti pentingnya kesiapsiagaan darurat kesehatan global di era inovasi, termasuk peran perawat dalam mengatasi climate-induced suicidal behaviour (perilaku bunuh diri akibat dampak perubahan iklim).
Manajemen Penyakit Berbasis Digital: Pembicara dari Jerman dan Indonesia fokus pada model perawatan diri (self-care model) dan manajemen diabetes melalui inovasi digital untuk meningkatkan kemandirian pasien dan akses layanan.
Dekan Fakultas Keperawatan USK, Prof. Dr. Teuku Tahlil, S.Kp., MS, menyampaikan bahwa konferensi ini adalah bukti komitmen USK dalam mendorong pengembangan ilmu keperawatan yang berorientasi global dan berbasis inovasi teknologi.
“Konferensi ini menjadi bukti nyata peran USK dalam memperkuat kolaborasi akademik lintas negara demi terwujudnya sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas,” tutupnya.