Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional setelah berhasil meraih Bronze Medal dalam kompetisi Lomba Esai Nasional BEC 2 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik TEDC Bandung dan Ruang Inovasi dan Karya Ilmiah.
Tim ini terdiri dari Haura Athifah Mawardi mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Maulidha Tul’aini dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Zahra Adriyanti dan Isra Novia dari Program Studi Ilmu Hukum mahasiswa Fakultas Hukum.
Mereka dibimbing oleh Dosen USK Prof. Dr. Ir. Farid Mulana. S.T., M.Eng. Kompetisi Lomba Esai Nasional BEC 2 2025 yang telah berlangsung 20 – 22 September 2025 ini membawa tema “Membangun Masa Depan Berkelanjutan Peran Generasi Muda Dalam Menghadapi Tantangan Di Era Digital,”
Kompetis nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada tahap awal lomba. Setelah melalui proses seleksi ketat, hanya 10 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak final dan diundang untuk mempresentasikan karya secara langsung atau secara offline di depan tim juri di Politeknik TEDC Bandung.
Pada tahap ini, tim Universitas Syiah Kuala tampil memukau dengan inovasi berbasis teknologi inklusif yang berhasil unggul dari para finalis lainnya. Karya esai yang berjudul: “VORA.ID: Inovasi Antrean Virtual Berbasis Avatar Hologram sebagai Alternatif dalam Mewujudkan Indonesia Tertib dan Berkelanjutan” menawarkan solusi berbasis digital untuk menjawab permasalahan di Indonesia terkait antrean konvensional di berbagai pelayanan publik.
Contoh dari karya yang sedang dikembangkan dan sudah mendapatkan hak kekayaan intelektual (HKI) adalah seperti ini.
Dengan mengusung karya berjudul “VORA.ID: Inovasi Antrean Virtual Berbasis Avatar Hologram Sebagai Alternatif dalam Mewujudkan Indonesia Tertib dan Berkelanjutan”, tim USK menawarkan solusi transformatif untuk menjawab masalah antrean konvensional yang selama ini menyita banyak waktu dan menimbulkan kerumunan.
VORA.ID merupakan platform antrean virtual berbasis avatar hologram yang memungkinkan masyarakat untuk tetap “mengantre” secara digital tanpa harus hadir secara fisik. Sistem ini terintegrasi dengan aplikasi mobile/web, QR Code atau face recognition, notifikasi real-time, serta tampilan avatar holografis interaktif yang mewakili pengguna di lokasi layanan. Inovasi ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mendukung pelayanan publik yang inklusif, modern, dan ramah lingkungan.
“VORA.ID lahir dari keresahan kami melihat masih banyaknya layanan publik yang menggunakan antrean konvensional hingga menimbulkan pemborosan waktu dan energi. Dengan VORA.ID, masyarakat bisa tetap produktif sambil menunggu giliran, dan secara bersamaan turut mendukung pengurangan emisi karbon,” ujar Haura Athifah Mawardi, ketua tim.
Menurut dewan juri salah satu kekurangan dari aplikasi ini hanya belum dicoba secara langsung di lapangan sehingga belum memperoleh nilai maksimal untuk mendapatkan medali yang terbaik.
Haura berharap aplikasi ini dapat segera terus dikembangkan dan diterapkan dan tentu saja sangat berharap ada pihak swata yang tertarik untuk dilakukan penerapannya dengan aplikasi ini ditempat mereka.
“Kerja sama yang saling menguntungkan ini terbuka luas untuk dilakukan. Silakan saja pihak swasta yang berminta untuk menghubungi kami,” demikian harapan dari Haura
Dalam presentasi final, tim USK menekankan bahwa VORA.ID mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Farid Mulana mendukung sepenuhnya kegiatan ini dan mengucapkan selamat kepada para mahasiswa atas prestasi yang diraih. Dengan keberhasilan ini, USK tidak hanya mengukuhkan diri sebagai kampus yang unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam menjawab isu-isu sosial melalui pendekatan teknologi dan kolaboratif.
Selain itu ditempat yang berbeda Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc. menyatakan rasa bangga atas pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh para mahasiswa.
Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berprestasi dan berkarya.