Universitas Syiah Kuala

Dua Mahasiswa USK Wakili Sumatera di UM AUN Summer Camp 2025 Malaysia

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatat prestasi di kancah internasional. Dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian (FP) angkatan 2021, Muhammad Cheryl Amelin Alsa dan Putri Rahmah, terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam ajang UM AUN Summer Camp 2025 di Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu, pada 24 Agustus hingga 6 September 2025, ini diselenggarakan atas kerjasama Universiti Malaya dengan ASEAN University Network (AUN). Forum ini mengusung tema krusial “Empowering Youth & Innovating for a Sustainable Future: A Pathway to Net Zero.”

Tahun ini, UM AUN Summer Camp diikuti oleh 58 mahasiswa dari 33 universitas di sembilan negara ASEAN. Dari total 17 delegasi Indonesia yang terpilih, USK menjadi satu-satunya universitas dari Pulau Sumatera yang berhasil mengirimkan wakilnya. Hal ini menjadikan Cheryl dan Putri sebagai representasi eksklusif wilayah barat Indonesia dalam forum pemuda ASEAN ini.

Selama program, peserta diajak menggabungkan pembelajaran akademik, eksplorasi lapangan, dan pertukaran budaya untuk memahami bagaimana konsep keberlanjutan diterapkan dalam praktik nyata. Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke Putrajaya Wetlands untuk mempelajari peran ekologi alami dalam penyaringan polusi kota. Selain itu, mereka juga mengeksplorasi warisan sejarah di Melaka untuk menelusuri hubungan antara pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam sektor infrastruktur, delegasi berdiskusi tentang pengembangan transportasi rendah karbon, termasuk proyek Singapore-Malaysia High Speed Rail, dengan perwakilan dari Malaysia Rapid Transit Corporation.

Program ini juga menghadirkan ahli seperti Zoel Ng dari MySDG Academy, yang membekali peserta dengan strategi praktis untuk berkontribusi pada target Net Zero melalui inovasi dan pemberdayaan komunitas.

Di luar aspek akademik, program ini sukses menumbuhkan ikatan persaudaraan yang kuat. Para peserta yang dibagi dalam kelompok internasional menciptakan istilah “SEAblings” (gabungan dari siblings dan Southeast Asia), sebagai simbol persaudaraan baru antar pemuda ASEAN.

“Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa keberlanjutan bukan hanya soal lingkungan, tapi juga soal hubungan antar manusia dan tanggung jawab sosial,” ujar Putri.

USK menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini, yang merupakan cerminan dari komitmen kampus dalam mendorong internasionalisasi pendidikan. Keterlibatan aktif Cheryl dan Putri membuktikan bahwa mahasiswa dari Aceh dan Sumatera memiliki kompetensi dan kapasitas untuk berkiprah di tingkat regional dan global, sekaligus menjadi duta keberlanjutan yang mampu menerjemahkan ilmu menjadi aksi nyata.

“Kami sangat bersyukur menjadi bagian dari jaringan pemuda ASEAN. Kami ingin membawa semangat ini ke kampus, ke masyarakat, dan menjadi agen perubahan di tingkat lokal,” sebut Cheryl.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/