Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, kini memiliki harapan baru dalam menggerakkan ekonomi lokal, berkat program pengabdian masyarakat dari Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK).
Melalui kegiatan ini, ibu-ibu Tim Penggerak PKK (TP PKK) di Gampong Neuheun dilatih untuk mengubah potensi hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, membuka jalan bagi kemandirian ekonomi keluarga.
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG), yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, mengusung tema “Pemberdayaan Ibu PKK Gampong Neuheun melalui Diversifikasi Olahan Perikanan, Pengemasan, dan Pemasaran Produk Frozen dan Dry Food Lokal”.
Inisiatif ini didorong oleh keinginan kuat untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, dalam mengolah hasil laut menjadi produk berkualitas tinggi dan berdaya saing.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi perekonomian desa,” jelas Ketua Tim Pengabdi, Sari Afriani, S.Kel., M.Si., dari Program Studi Teknologi Industri Hasil Perikanan.
Didampingi oleh anggota tim dosen seperti Cut Nuzlia, S.Pd., M.Sc., Said Ali Akbar, S.Pd., M.Si., dan Hengki Pradana, M.P., serta melibatkan mahasiswa KKN (Cut Aja Wildatussafira, Assinu Hafizin, dan Andini), tim ini memberikan bimbingan komprehensif.
Badriatun Nafis, Ketua TP PKK Gampong Neuheun, bersama Geuchik Sofiyan, menyambut baik program ini. Keduanya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang mampu menggerakkan potensi desa.
“Kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami. Kami berharap ibu-ibu PKK bisa lebih mandiri dan produk olahan ikan bisa menjadi kebanggaan Gampong Neuheun,” ujar Badriatun.

Dukungan serupa juga datang dari anggota TP PKK, Nurlaili, yang melihat pelatihan ini sebagai pendorong peningkatan keterampilan demi menunjang ekonomi keluarga.
Pembukaan resmi acara dilakukan oleh Ketua Program Studi Teknologi Industri Hasil Perikanan, Iko Imelda Arisa, S.Kel., M.Si., yang mewakili fakultas. Sebagai simbol dukungan dan keberlanjutan program, sertifikat kerja sama diserahkan kepada Ketua TP PKK Gampong Neuheun.
Setelah seremonial, puluhan ibu PKK dengan antusias mengikuti sesi praktik pembuatan produk olahan perikanan berbasis frozen food. Mereka dibimbing secara detail, mulai dari pemilihan bahan baku segar, teknik pengolahan yang memenuhi standar higienitas, pengemasan modern yang menarik, hingga strategi pemasaran efektif agar produk dapat menembus pasar yang lebih luas.
Antusiasme peserta terlihat jelas, mengingat materi yang disampaikan tidak hanya praktis tetapi juga membuka wawasan mengenai peluang usaha baru.
Melalui program ini, USK berharap ibu-ibu PKK Gampong Neuheun tidak hanya mampu menghasilkan produk olahan perikanan yang variatif dan berkualitas untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat mengembangkan usaha mandiri yang signifikan. Pada akhirnya, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga dan desa, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.