Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk tenaga medis muda yang sigap dan tangguh melalui kegiatan pelatihan bertajuk MERCUSUAR.
Kegiatan ini digelar di lingkungan FK USK, Banda Aceh, dengan dukungan dari Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), serta bagian Orthopedi dan Bedah Plastik FK USK.
Sebanyak 71 ranger TBM FK USK dan 17 probandus (pasien simulasi) terlibat dalam pelatihan ini. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diawasi langsung oleh 5 dokter residen orthopaedi dan 7 dokter residen bedah plastik yang menilai setiap tindakan medis dalam simulasi.
Ketua pelaksana, M Riyadshah Djoeli, menjelaskan bahwa MERCUSUAR bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ruang pembelajaran komprehensif yang menggabungkan teori, praktik, dan simulasi bencana nyata.
“Tujuan utamanya adalah membekali para Rangers TBM FK USK dengan keterampilan dan mental tangguh agar mampu merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terorganisir,” ujar Riyadshah.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi lintas bidang antara TBM FK USK, TDMRC, dan dokter-dokter spesialis yang berpengalaman dalam menangani kasus trauma, patah tulang, hingga luka berat.
Kolaborasi ini memastikan bahwa simulasi yang dilakukan mendekati kondisi nyata di lapangan, sehingga para peserta mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan di situasi bencana.
“Pelatihan ini tidak hanya melatih keterampilan medis, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan empati. Kami ingin anggota TBM FK USK siap hadir saat masyarakat membutuhkan,” tambah Riyadshah.
Dengan adanya MERCUSUAR, TBM FK USK mempertegas perannya sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana, tidak hanya di Aceh tetapi juga di Indonesia secara luas. Riyadshah berharap kegiatan ini dapat menjadi pondasi yang kuat bagi mahasiswa kedokteran dalam memahami dan menjalankan peran sosial mereka.
“Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan, para ranger TBM FK USK diharapkan mampu menjadi tenaga medis muda yang tangguh, sigap, serta berdaya guna dalam kondisi darurat,” pungkasnya.