Universitas Syiah Kuala (USK) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, H.E. Mr. Denis Chaibi, Rabu, 10 September 2025.
Kunjungan yang berlangsung di Gedung Balai Senat USK ini bertujuan mempererat hubungan diplomatik dan menjajaki potensi kerja sama di berbagai bidang strategis. Dihadiri oleh mahasiswa internasional dari beragam negara dan mahasiswa lokal, acara ini menjadi ajang pertukaran ide yang dinamis.
Dalam sambutannya, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, menekankan visi universitas untuk menjadi World Class University.
“Kami memiliki kelas internasional di sejumlah fakultas serta program magister di bidang Ilmu Kebencanaan dan Resolusi Konflik, yang sangat relevan dengan komitmen Uni Eropa,” ujar Rektor.
Ia secara khusus menyampaikan harapan agar USK dapat berpartisipasi lebih banyak dalam program pertukaran pelajar, seperti Program Erasmus, untuk membuka wawasan global bagi mahasiswa.
“Kami sangat menghargai bantuan yang telah diberikan Uni Eropa, terutama setelah tsunami dan dalam proses perdamaian di Aceh,” tambahnya.

Pada sesi kuliah umum bertema: Geopolitik, Teknologi, dan Pertumbuhan Ekonomi Dunia. H.E. Mr. Denis Chaibi menyoroti beberapa area penting untuk kolaborasi. Ia melihat potensi besar dalam perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa, terutama komoditas strategis seperti minyak sawit dan nikel yang tidak tersedia di Eropa.
Menurutnya, kerja sama ini akan saling menguntungkan dan dapat menumbuhkan perekonomian kedua belah pihak. Dubes juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama dalam menghadapi perubahan iklim, mengakui peran vital Indonesia sebagai mitra global berkat kekayaan hutan dan keanekaragaman hayatinya.
Dubes Chaibi turut menyoroti bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Ia mengajak mahasiswa USK untuk terlibat aktif dalam riset dan program pertukaran, khususnya dalam teknologi.
“Generasi muda saat ini sudah sangat mahir dengan teknologi,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyebutkan bagaimana aplikasi AI digunakan untuk pelatihan online yang bisa diakses kapanpun dan di mana pun, yang banyak digunakan oleh orang Indonesia. Dalam pesannya, Dubes Chaibi menyimpulkan bahwa
“Generasi muda memiliki peran krusial untuk mengubah dunia melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas teori akademis. Kegiatan akademik tidak hanya berfokus pada paper, melainkan juga berwujud aksi nyata,” harapnya.