Universitas Syiah Kuala

Pascasarjana USK dan Untirta Lakukan Penelitian Lapangan di Kamp Pengungsi Rohingya Pidie

Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala (USK) dan Pascasarjana Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar penelitian internasional bersama di Camp Minaraya dan Camp Sule, Kabupaten Pidie. Banda Aceh, (27 Agustus 2025)

Penelitian ini merupakan hasil kerja sama kedua perguruan tinggi yang diinisiasi oleh Direktur Pascasarjana Untirta, Prof. Dr. Aan Asphianto, S.Si., SH., MH., serta Direktur Pascasarjana USK, Prof. Dr. Hizir Sofyan. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Nota Kesepahaman (IA) yang telah ditandatangani kedua pihak, khususnya dalam program studi Magister Damai dan Resolusi Konflik Pascasarjana USK dan Pascasarjana Untirta.

Peneliti dari kedua kampus mendapatkan sambutan hangat dari para pengungsi di kedua camp tersebut. Sebelum kunjungan lapangan, penggalian data dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus (focus group discussion/FGD) di Fakultas Hukum USK.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah pemantik, yaitu Prof. Dr. Aan Asphianto (Untirta), Prof. Dr. Ilyas, S.H., M.Hum (Dekan FH USK), dan Prof. Dr. Mohd. Din, S.H., M.H. (Guru Besar Hukum Pidana USK). Peserta diskusi terdiri dari perwakilan Kodam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Kesbangpol Aceh, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

Keesokan harinya, tim peneliti yang terdiri dari dosen Program Studi Magister Damai dan Resolusi Konflik USK, dosen Fakultas Hukum USK, mahasiswa, serta wakil direktur, dosen, dan mahasiswa Pascasarjana Untirta langsung turun ke lapangan di kedua camp pengungsi.

Dalam kunjungan tersebut, peneliti menemukan sejumlah isu prioritas yang perlu mendapat perhatian lembaga terkait, antara lain kebutuhan akses pendidikan formal bagi anak-anak pengungsi, peningkatan layanan kesehatan, serta penyediaan tempat tinggal yang layak khususnya di Camp Sule.

Temuan menarik lainnya adalah terjalinnya silaturahmi yang baik antara masyarakat sekitar dengan pengungsi Rohingya. Peneliti mencatat bahwa beberapa pengungsi telah memahami kosakata dalam bahasa Aceh dan terlibat dalam aktivitas pertanian, seperti menanam kacang tanah. Hal ini menunjukkan adanya adaptasi dan interaksi sosial yang positif, terutama bagi kepala keluarga yang memilih menetap di Camp Sule.

Selain itu, anak-anak di Camp Sule dan Minaraya dilatih bahasa Inggris oleh warga Rohingya sebagai modal komunikasi dengan warga asing yang datang berkunjung. Namun, ditemukan juga seorang pengungsi yang mengalami sakit akut dan memerlukan perhatian khusus dari lembaga kesehatan.

Menanggapi temuan tersebut, Pascasarjana USK berencana melanjutkan pengabdian internasional di bidang kesehatan bagi pengungsi Rohingya, dengan koordinasi intensif bersama lembaga terkait.

Kegiatan kunjungan lapangan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara peneliti dan para pengungsi di kedua camp di Kabupaten Pidie.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/