Sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam memperkuat jejaring pendidikan global, Pemerintah Republik Indonesia kembali membuka program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) tahun 2025 bagi mahasiswa dari berbagai negara sahabat. Pada tahun ini, sebanyak 250 mahasiswa dari 46 negara berhasil lolos seleksi dari total 2.724 pendaftar. Mereka akan melanjutkan studi di 34 perguruan tinggi di Indonesia, dengan rincian 40 orang pada jenjang Sarjana, 175 jenjang Magister, dan 35 jenjang Doktoral.
Untuk menyambut kedatangan para penerima beasiswa tersebut, diselenggarakan kegiatan Inagurasi Mahasiswa Baru Penerima Beasiswa KNB 2025 pada tanggal 24–26 Agustus 2025 di Jakarta. Kegiatan ini menjadi ajang orientasi terpusat yang bertujuan memperkenalkan kebijakan akademik dan non-akademik, sosialisasi peraturan pendidikan tinggi, serta informasi penting lain yang akan mendukung kelancaran studi mereka di Indonesia.
Selain sebagai orientasi, kegiatan ini juga difungsikan sebagai titik temu dan penjemputan awal (pick-up point) bagi para mahasiswa sebelum mereka melanjutkan perjalanan ke perguruan tinggi tujuan masing-masing. Momentum ini turut ditandai dengan penandatanganan Student Agreement oleh seluruh mahasiswa penerima beasiswa, sebagai bagian dari komitmen mereka selama menempuh pendidikan di Indonesia.
Melalui skema Beasiswa KNB, Indonesia menegaskan peran strategisnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di negara-negara berkembang, sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan dan jejaring internasional.
Salah satu perguruan tinggi yang kembali dipercaya menjadi tuan rumah mahasiswa KNB adalah Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Pada tahun 2025, USK menerima tujuh mahasiswa internasional penerima Beasiswa KNB, yang terdiri dari:
Mosa Ebrahemi (Afghanistan) – Magister Kecerdasan Buatan, Mohammad Yousuf Safi (Afghanistan) – Magister Teknik Sipil, Abotle Ralekwalo (Botswana) – Magister Pengelolaan Lingkungan, Richard Banda (Malawi) – Magister Ilmu Kebencanaan, Suzan Joseph Misinzo (Tanzania) – Magister Pengelolaan Lingkungan, Kaloma Tombena (Papua Nugini) – Sarjana Teknik Sipil dan Jayleen Rizwold Qoqonokana (Kepulauan Solomon) – Sarjana Pendidikan Kedokteran Hewan
Dalam kesempatan tersebut, USK juga mengirimkan perwakilan dari Office of International Affairs (OIA), yaitu Ria Ervilita, S.Pd., M.Sc. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan langsung USK kepada mahasiswa baru penerima Beasiswa KNB, sekaligus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi lain di Indonesia dalam jejaring internasional.
Kehadiran para mahasiswa internasional ini semakin menegaskan posisi USK sebagai kampus dengan atmosfer akademik yang inklusif dan global. Mereka tidak hanya akan memperkaya dinamika keilmuan di kampus, tetapi juga menjadi duta persahabatan yang mempererat hubungan antarbangsa melalui jalur pendidikan.