Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga profesional di bidang teknik melalui pelantikan dan pengambilan sumpah profesi bagi 59 insinyur baru. Prosesi sakral ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, pada Sabtu (22/8/2025), sebagai bagian dari penyelesaian Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) USK.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang mengatur penyelenggaraan praktik keinsinyuran secara profesional dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU menekankan pentingnya etos kerja, profesionalisme, serta penerapan kode etik sebagai landasan utama dalam menjalankan profesi insinyur.
“Insinyur tidak hanya dituntut untuk menguasai aspek teknis, tetapi juga harus menjunjung tinggi integritas serta tanggung jawab moral. Kode etik profesi menjadi kompas yang membimbing setiap pengambilan keputusan, terutama dalam proyek-proyek yang berdampak langsung pada masyarakat luas,” ujar Prof. Marwan, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh.
Prof Marwan menambahkan, melalui PS PPI, para lulusan tidak hanya memperoleh penguatan keterampilan teknis, tetapi juga dibentuk untuk memiliki kepekaan terhadap isu-isu keselamatan publik, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan sejalan dengan amanat UU Keinsinyuran.
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Dr. Ir. Alfiansyah, IPU, menyampaikan bahwa insinyur memiliki peran sentral dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di Aceh.
“Insinyur adalah garda terdepan dalam memastikan terwujudnya infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan. Dengan dilantiknya 59 insinyur baru ini, kita berharap akan semakin banyak tenaga profesional yang siap berkontribusi dalam proyek-proyek strategis dan sektor industri di Aceh maupun tingkat nasional,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Alfiansyah menegaskan bahwa Fakultas Teknik USK berkomitmen mencetak insinyur yang tidak hanya kompeten secara teknis, namun juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan kesadaran terhadap dampak jangka panjang dari setiap karya yang dihasilkan.
Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi para insinyur muda untuk berkiprah dalam pembangunan yang lebih maju, inovatif, dan berkelanjutan. Momentum ini juga memperkuat peran USK dalam membangun sumber daya manusia unggul di bidang keinsinyuran yang siap bersaing di tingkat nasional dan global.