Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi meresmikan ruang Auditorium baru yang diberi nama “Auditorium Dr. Ir. M. Ridha, M.Eng.” Peresmian ini dilakukan langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sebuah seremoni hangat yang penuh makna di lantai 3 Gedung TDMRC, Darussalam, Banda Aceh, (6 Agustus 2025)
Auditorium berkapasitas 60 orang ini dirancang khusus sebagai ruang berbagi ilmu dan diskusi intensif. Fasilitas ini akan menjadi tempat ideal untuk penyelenggaraan seminar, workshop, pelatihan, dan forum akademik lainnya. Sebagai bagian dari pusat unggulan kebencanaan di Indonesia, keberadaan auditorium ini semakin memperkuat posisi TDMRC sebagai simpul pertukaran ilmu pengetahuan lintas disiplin dan negara.
Dr. Ir. M. Ridha, M.Eng merupakan salah satu pendiri TDMRC pada tahun 2006, tak lama setelah bencana tsunami 2004. Lahir di Sigli, Aceh pada 21 April 1967, beliau menempuh pendidikan sarjana Teknik Mesin di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan melanjutkan studi pascasarjana di Tokyo Institute of Technology, Jepang, dengan spesialisasi rekayasa korosi. Selama kariernya di Fakultas Teknik USK, Dr. Ridha dikenal sebagai dosen berdedikasi dan ilmuwan visioner. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Laboratorium Material dan Ketua Jurusan Teknik Mesin USK pada tahun 2008. Selain kontribusi akademik, beliau juga memperkuat jejaring internasional USK terutama dalam mitigasi bencana. Namanya dikenal luas sebagai pakar teknik material sekaligus pemikir strategis dalam pembangunan berbasis ilmu kebencanaan.
Dalam sambutannya, Direktur TDMRC, Prof. Dr. Syamsidik, menyatakan bahwa penamaan auditorium ini bukan sekadar penghormatan personal, melainkan simbol keberlanjutan semangat Dr. Ridha dalam memajukan ilmu kebencanaan.
“Kami tidak hanya memberi nama sebuah ruang. Kami menjaga nyala semangat yang beliau hidupkan,” ujarnya.
Nama Dr. Ir. M. Ridha, M.Eng kini resmi terpatri di ruang utama TDMRC. Namun lebih dari itu, warisan beliau hidup dalam ingatan dan semangat para peneliti, mahasiswa, dan masyarakat Aceh yang merasakan dampak nyata dari pengabdian beliau.
“Beliau mungkin telah tiada, tapi warisannya terus hadir dalam setiap riset, diskusi, dan kolaborasi yang terjadi di auditorium ini, Al-Fatihah untuk almarhum, semoga amal jariyah beliau terus mengalir melalui ilmu yang diwariskan dan lembaga yang beliau dirikan.” ujar Rektor dalam momen peresmian.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan hari itu, TDMRC USK juga menggelar Seminar Series ke-35 dengan tema “Risiko Banjir akibat Perubahan Iklim di Asia Tenggara” yang membahas studi kasus dari Indonesia dan Malaysia.
Seminar menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Ir. Ella Meilianda, ST, MT, IPU dari USK yang memaparkan kerentanan wilayah pesisir Aceh terhadap perubahan iklim. Sedangkan Dr. Khamarrul Azahari Bin Razak, M.Sc dari Universiti Teknologi Malaysia mengupas dinamika risiko banjir di Semenanjung Malaysia serta pendekatan mitigasi berbasis komunitas. Acara dipandu oleh Dr. Sylvia Agustina, ST, MUP, peneliti Divisi Tsunami TDMRC sekaligus dosen Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota USK, yang membuka ruang diskusi aktif antara peserta dan narasumber.
Peresmian auditorium ini dihadiri oleh jajaran pimpinan USK serta keluarga almarhum Dr. Ridha. Dalam suasana penuh haru dan khidmat, diputar tayangan dokumenter singkat yang menampilkan kenangan, foto-foto lama, serta pesan dari keluarga.