Pimpinan Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (YW UMI) dan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) melakukan kunjungan resmi ke Universitas Syiah Kuala (USK) disambut langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, beserta jajaran pimpinan universitas di Gedung Rektorat USK, Banda Aceh, Selasa (21/5/2025).
Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat kerja sama strategis serta berbagi pengalaman terkait pengembangan technopark dan hilirisasi komoditas unggulan, khususnya nilam, kedua belah pihak juga membahas peluang kolaborasi dalam penguatan ekosistem inovasi dan kewirausahaan kampus, termasuk pengembangan produk turunan nilam melalui sentra riset dan teknologi yang telah dibangun.
Rektor USK menyampaikan apresiasinya atas kunjungan pimpinan UMI dan menjelaskan bahwa USK telah menjadi salah satu pelopor dalam pengembangan hilirisasi nilam berbasis riset di Indonesia.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pimpinan Yayasan dan Rektor UMI bersama rombongan di Kampus USK. Pertemuan ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan technopark serta hilirisasi nilam Aceh. Kami berharap program serupa juga dapat dikembangkan di UMI, khususnya dalam pengelolaan potensi nilam di Sulawesi,” ujar Prof. Marwan.
Ia menambahkan, USK siap menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan inovasi di UMI, terutama melalui kolaborasi riset dan pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah awal dalam membangun kemitraan jangka panjang antara kedua institusi pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, kami diterima dengan hangat oleh Rektor USK dan jajaran. Silaturrahmi ini menjadi bagian dari upaya UMI untuk mengembangkan program hilirisasi nilam di Sulawesi. Paparan tentang ekosistem nilam yang telah dibangun USK sangat bermanfaat dan menjadi referensi penting bagi kami,” ujar Prof. Hambali.
Ketua Pembina YW UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE., M.Si., turut menyampaikan rasa syukur atas pertemuan yang membangun ini. Ia mengapresiasi keberhasilan USK dalam mengembangkan ekosistem nilam yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Diskusi kami hari ini sangat menginspirasi. Nilam bukan hanya komoditas unggulan, tapi juga alat pemberdayaan yang luar biasa jika dikelola dengan pendekatan riset dan inovasi seperti yang dilakukan USK. Kami optimis model ini dapat dikembangkan di UMI, tidak hanya untuk nilam, tetapi juga untuk komoditas lokal lainnya,” ungkap Prof. Mansyur.
Senada dengan itu, Ketua Pengurus YW UMI, Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA., menyampaikan apresiasi atas sambutan kekeluargaan yang diberikan oleh USK.
“Kami berterima kasih atas sambutan hangat dari Rektor USK dan jajarannya. UMI sebagai institusi pendidikan dan dakwah berkomitmen untuk menjalin kerja sama yang berdampak luas bagi institusi dan masyarakat. Program hilirisasi yang dijalankan USK adalah contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.
Usai pertemuan resmi, rombongan UMI melanjutkan kunjungan lapangan ke fasilitas Technopark USK serta pusat riset dan pengolahan nilam. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses knowledge sharing yang memperkuat rencana kolaborasi kedua belah pihak.
Direktur Direktorat Bisnis dan Dana Lestari USK, Dr. Syaifullah, ST., M.Eng., dalam kesempatan tersebut menyambut baik inisiatif UMI dan menyatakan kesiapan USK untuk berbagi pengalaman terkait hilirisasi dan pemberdayaan berbasis komoditas lokal.
“Kami berharap pengalaman lebih dari satu dekade USK dalam membina masyarakat melalui hilirisasi nilam dapat direplikasi oleh UMI. Sinergi ini akan menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan, sekaligus kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan ekonomi kerakyatan di Indonesia,” pungkas Dr. Syaifullah.