Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan memberdayakan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai agen perubahan, serta menjalankan program Duta Anti Narkoba dan tes urin rutin di lingkungan kampus.
Wakil Rektor III USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., dalam wawancaranya bersama RRI Banda Aceh pada Selasa (22/4/2025), menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi di lingkungan kampus, tetapi juga dengan menugaskan mahasiswa KKN ke desa-desa untuk mengedukasi generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba.
“Kami meminta mereka menyusun dan melaksanakan program konkret di gampong-gampong sebagai agent of change,” ujarnya.
Selain itu, USK secara berkala menyelenggarakan pemilihan Duta Anti Narkoba yang bertugas menjadi teladan serta penghubung antara kampus dan masyarakat dalam upaya pemberantasan narkoba.
Universitas juga rutin melakukan tes urin bagi mahasiswa dan staf sebagai langkah deteksi dini. “Kampus merupakan zona yang rentan. Melalui pendekatan multi pronged ini, kami berharap dapat menekan potensi penyalahgunaan narkoba,” tambah Prof. Mustanir.
“Dengan strategi yang mengkombinasikan sosialisasi, keterlibatan langsung di masyarakat, dan pemantauan kesehatan, kami optimis dapat membentuk generasi Aceh yang tangguh dalam menghadapi ancaman narkoba,” pungkasnya.