Universitas Syiah Kuala

Mahasiswa Internasional USK Kunjungi Sentra Tenun Songket Aceh di Aceh Besar

Sebanyak 10 mahasiswa internasional Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam program Darmasiswa, Kemitraan Negara Berkembang (KNB), dan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mengunjungi sentra produksi tenun tradisional Songket Aceh di Songket Aceh Kreasi Jasmani, Gampong Miruek Taman, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu, 16 April 2025.

Para mahasiswa berasal dari berbagai negara, yakni Rwanda, Tajikistan, Myanmar, Afghanistan, Pakistan, dan Bangladesh. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan secara langsung warisan budaya lokal kepada mahasiswa internasional, khususnya terkait sejarah, filosofi, dan proses pembuatan kain songket Aceh, yang dikenal memiliki nilai seni dan makna budaya yang tinggi.

Sentra produksi songket ini telah berdiri sejak tahun 1994 dan dikelola secara rumahan oleh pasangan suami istri, Pak Parliansyah dan Ibu Jasmina, yang telah lama mendedikasikan diri untuk melestarikan tradisi tenun khas Aceh. Kunjungan disambut hangat oleh Pak Padlan, salah satu pengelola dan tokoh lokal, yang memaparkan sejarah songket Aceh serta peran penting kain ini dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai simbol budaya dalam adat istiadat, maupun sebagai produk unggulan ekonomi kreatif daerah.

Selain mendapatkan penjelasan sejarah, para mahasiswa juga menyaksikan secara langsung proses pembuatan songket, mulai dari persiapan benang hingga proses menenun menggunakan alat tradisional. Beberapa mahasiswa tampak antusias mencoba menenun sendiri dengan bimbingan dari pengrajin lokal.

“Kami sangat senang bisa melihat dan belajar langsung proses pembuatan songket Aceh. Ini adalah pengalaman budaya yang luar biasa dan sangat berkesan,” ujar Busraa Assoumani Gihozo, mahasiswa program KNB asal Rwanda.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya USK, melalui Kantor Urusan Internasional (Office of International Affairs), dalam memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada mahasiswa asing, sekaligus mendukung pelestarian warisan budaya tak benda yang menjadi identitas Aceh.

Sentra tenun Songket Kreasi Jasmani juga aktif menerima pesanan dari masyarakat, baik lokal maupun mancanegara, dan telah menjadi salah satu destinasi budaya yang menarik perhatian peneliti asing.

“Selama ini, banyak masyarakat lokal dan pengunjung dari negara seperti Jerman, Myanmar, dan Australia yang datang ke sini. Bahkan, ada peneliti luar negeri yang menjadikan tempat ini sebagai objek studi budaya,” ungkap Pak Padlan.

Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan mahasiswa internasional USK dapat menjadi duta budaya yang ikut memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan tradisi Aceh ke komunitas global.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/