Universitas Syiah Kuala

Dosen USK Bagikan Pengalaman Ramadan di Amerika

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala (USK) Nani Safuni membagikan pengalamannya selama Ramadan di Amerika Serikat, tepatnya di Cranston, Rhode Island.

Saat ini Nani Safuni tengah menjalani program Barcott-Kim Fellowship in Nursing di University of Rhode Island, Amerika Serikat. Dalam program tersebut, Nani juga berperan sebagai asisten dosen untuk mengajar mahasiswa S-1 jurusan keperawatan di kampus tersebut.

Sejak kedatangannya di kota Cranston, Rhode Island, pada akhir musim panas 2024, Nani menghadapi tantangan berpuasa di lingkungan yang berbeda dari kampung halamannya di Banda Aceh.

 “Ini adalah Ramadan pertama saya di sini. Menjalankan ibadah puasa di negeri orang tentu ada tantangannya, misalnya harus tetap menjalani kegiatan belajar seperti biasa,” ujarnya.

Meski demikian, ia merasa terbantu dengan perbedaan waktu shalat yang tidak terlalu jauh dengan Indonesia. “Sekarang sudah memasuki musim semi, jadi jadwal shalat wajib lima waktu hampir sama dengan waktu di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Nani, perbedaan paling mencolok antara Ramadan di Aceh dan di Amerika Serikat adalah jumlah umat Muslim yang lebih sedikit serta keberadaan masjid yang masih terbatas. “Di sini kita baru bisa mendengar suara azan jika kita berada di masjid,” ungkapnya. Meskipun begitu, ia menemukan bahwa masjid-masjid di Rhode Island sangat terbuka bagi siapa pun, baik Muslim maupun non-Muslim yang ingin belajar tentang Islam.

Salah satu masjid yang sempat ia kunjungi adalah Masjid Al-Kareem, yang juga merupakan Rhode Island Islamic Center. “Masjid ini cukup luas dan dekat dengan pusat kota. Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sini memberikan suasana Ramadan yang lebih terasa,” katanya.

Selain perbedaan dalam menjalankan Ramadan, Nani juga menemukan beberapa tradisi unik di Amerika Serikat, seperti perayaan Halloween dan Thanksgiving. “Penduduk di sini menghias rumah mereka dengan dekorasi khas Halloween sejak satu hingga dua bulan sebelumnya. Anak-anak juga berkeliling ke rumah-rumah untuk meminta permen,” jelasnya.

Sedangkan untuk Thanksgiving, ia menyebutkan bahwa hampir semua keluarga memanggang ayam kalkun untuk dinikmati bersama keluarga. “Saya pun ikut berburu ayam kalkun untuk dinikmati bersama teman-teman di sini. Suasananya seru sekali,” tambahnya.

Meskipun Ramadan di Amerika tidak semeriah di Aceh, masjid-masjid tetap aktif mengadakan buka puasa bersama dan shalat tarawih berjamaah. Nani sering berbuka puasa di Masjid Al-Huda yang terletak di Kingston, dekat dengan University of Rhode Island. “Di sini, jamaah yang datang untuk berbuka cukup hadir tanpa perlu membawa apa pun. Panitia sudah menyediakan makanan berlimpah, bahkan bisa dibawa pulang untuk sahur,” tuturnya.

Kegiatan berbuka puasa bersama di Masjid Al-Huda diadakan setiap akhir pekan, sementara pada hari kerja hanya ada shalat tarawih berjamaah. “Saya sangat menikmati makanan Timur Tengah yang banyak disediakan, seperti hummus dan baklava,” ujarnya.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Nani selama Ramadan di Amerika adalah menghadapi hawa dingin. “Hembusan angin yang sangat sejuk cukup mengganggu konsentrasi, terutama saat perjalanan pulang-pergi ke kampus,” jelasnya. Untuk mengatasi tantangan ini, ia berusaha menjaga asupan makanan bergizi agar tetap bertenaga sepanjang hari.

Selain itu, meskipun Ramadan tidak terlalu terlihat di kehidupan sehari-hari masyarakat Amerika, banyak orang yang mengetahui tentang praktik puasa umat Islam. “Teman sekelas saya pernah menawarkan minuman karena melihat saya pucat setelah Zuhur. Mereka terkejut saat saya menjelaskan bahwa puasa dalam Islam tidak hanya menahan makan, tetapi juga minum,” katanya.

Meski berada di negara dengan jumlah Muslim yang sedikit, Nani merasa diterima dengan baik oleh komunitas Muslim setempat. “Masyarakat Muslim di sini menyambut Ramadan dengan penuh suka cita, sama seperti di negara-negara lain,” ungkapnya.

Melalui pengalaman Ramadan di Amerika Serikat ini, Nani tidak hanya belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berbeda, tetapi juga semakin memahami keberagaman budaya dan bagaimana Islam tetap berkembang di berbagai belahan dunia.

“Ramadan di sini memberikan pengalaman baru yang berharga bagi saya,” pungkasnya.

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/