Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Kantor Urusan Internasional (OIA) bekerja sama dengan Fakultas Teknik, menyelenggarakan seminar internasional yang membahas peluang magang di Jepang menggunakan VISA Engineering bagi mahasiswa dan alumni Jurusan Teknik Mesin USK.
Acara ini berlangsung di Ruang Keurukon, Fakultas Teknik, pada 19 Maret 2025, dengan dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang antusias untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kesempatan berkarir di Negeri Sakura.
Dalam sambutannya, Kepala OIA (Office of International Affairs) USK, Dr. Muzailin Affan, menekankan pentingnya program ini dalam membuka kesempatan dan peluang kerja atau magang di perusahaan Jepang bagi mahasiswa dan alumni.
Wakil Dekan Fakultas Teknik USK, Prof. Iskandar, menyampaikan bahwa dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa dan alumni Teknik Mesin USK yang dapat memanfaatkan peluang ini untuk meraih pengalaman internasional di Jepang dan meningkatkan kompetensi mereka di dunia industri.
“Kami juga berharap semoga program seperti ini terus berlanjut hingga ke depan,” tutupnya.
Seminar ini menghadirkan pembicara dari Sanai Cooperative, Jepang, Katsuaki Taniguchi dan Shion Kamiya, serta satu pembicara merupakan Kepala PT. Aichi Training Center & PT. Human Select Indonesia, Wawan Wahyudi.
Mereka memberikan pemaparan mendalam mengenai program magang yang ditawarkan, persyaratan pendaftaran, serta pengalaman bekerja di industri teknik di Jepang.
Katsuaki Taniguchi dalam paparannya memperkenalkan Sanai Cooperative yang mana telah dibangun sejak 2004 dan telah berdiri selama 20 tahun dengan memiliki 300 lebih tenaga kerja.
Perusahaan ini juga merupakan salah satu perusahaan besar di Jepang dengan memiliki 1 pusat dan 2 cabang lainnya di Jepang. Perusahaan ini memiliki tenaga yang ahli dalam berbagai bidang, namun untuk saat ini perusahaan ini membutuhkan tenaga dari luar negeri yang handal dalam bidang teknologi dan mesin.
Menurut Katsuaki Taniguchi, Jepang saat ini membutuhkan tenaga sumber daya yang bisa menguasai bahasa Jepang dan teknologi. Oleh karena itu perusahaan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk magang di Jepang sambil belajar Bahasa di Jepang selama 1 sampai 3 tahun, atau mengambil kelas kursus Bahasa Jepang di Aceh.
Setelah pemaparan tentang magang dan kerja di Jepang, seminar ini diisi dengan sesi tanya jawab yang interaktif, di mana mahasiswa berkesempatan untuk menggali informasi lebih dalam mengenai teknis pendaftaran dan persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengikuti program magang di Jepang.
Pihak perusahaan Sanai Cooperative juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama untuk seminar ini, dan mereka akan senang sekali jika ada mahasiswa yang tertarik untuk magang atau kerja di Jepang dan akan menyambutnya dengan senang hati.