Universitas Syiah Kuala

BPKA dan USK Kembangkan Aplikasi Mobile  e-Samsat Aceh “Seudati”

Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) melalui UPT Laboratorium Terpadu USK dalam mengembangkan prototipe aplikasi pembayaran Mobile e-Samsat Aceh yang diberi nama “Seudati” (Samsat Elektronik Untuk Data dan Informasi).

Aplikasi ini dirancang untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam proses pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) secara online. Kerja sama ini melibatkan para pakar di bidang sistem informasi dan interaksi manusia komputer dari Research Group Interactive System. Inisiatif ini merupakan langkah strategis BPKA untuk mengoptimalkan pelayanan publik terkait pelayanan kesamsatan di provinsi Aceh dan menjawab kebutuhan Masyarakat akan sistem yang lebih modern.

Di era digital saat ini, kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan efisien semakin meningkat, walaupun saat ini sistem pembayaran PKB telah ada namun masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti antrian di Kantor Bersama Samsat, kurangnya informasi yang jelas bagi masyarakat selaku wajib pajak, atau proses pembayaran yang sering kali dianggap rumit. Oleh karena itu, BPKA berkomitmen untuk menghadirkan solusi yang dapat menjawab tantangan ini, dimana salah satunya melakukan pengembangan Sistem e-Samsat Aceh melalui Aplikasi Mobile Seudati.

Untuk itu, BPKA bersama UPT Laboratorium Terpadu USK sebagai mitra, yang terdiri dari Rahmad Dawood sebagai ketua tim dengan anggota terdiri dari Maya Fitria, Dalila Husna Yunardi, dan 2 (dua) orang mahasiswa yang melakukan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yaitu Muhammad Aufa Rizki Ramadhan dari Prodi Teknik Komputer Fakultas Teknik, dan Muhammad Danish Rabbani dari Prodi S1 Informatika Fakultas MIPA melakukan pengembangan Aplikasi Mobile Seudati dan integrasi Sistem Back-end e-Samsat Aceh.

Proses pengembangan aplikasi dimulai dengan melakukan analisis kebutuhan melalui wawancara dengan pihak terkait, termasuk BPKA, tim IT e-Samsat Aceh, dan calon pengguna. Informasi yang dikumpulkan ini menjadi penting guna memastikan aplikasi memenuhi harapan masyarakat selaku wajib pajak. Selanjutnya tim mengembangkan prototipe aplikasi Seudati dengan fitur dasar seperti registrasi pengguna, pembayaran tahunan, notifikasi, dan informasi PKB.

Fitur ini bertujuan memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran melalui kanal resmi yang bekerja sama dengan BPKA, dan diharapkan dapat meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Aceh (PAA) dari sektor PKB. Setelah prototipe selesai, pengujian kelayakan dilakukan dengan calon pengguna untuk mengumpulkan umpan balik mengenai fungsi dan tampilan aplikasi sebelum peluncuran resmi.

Dengan hadirnya aplikasi Seudati, diharapkan akan tercipta sistem yang lebih baik dalam pengelolaan pajak kendaraan di Aceh.

Selain fokus pada pengembangan aplikasi mobile, tim juga bekerja sama secara erat dengan tim IT e-Samsat Aceh untuk mengintegrasikan Aplikasi Mobile Seudati dengan Back-end e-Samsat Aceh yang sudah ada. Integrasikan ini merupakan langkah krusial guna memastikan bahwa data transaksi yang dilakukan melalui aplikasi tercatat dengan akurat dan terhubung langsung dengan sistem yang sudah berjalan saat ini.

Proses integrasi akan melibatkan diskusi yang mendalam antara tim pengembang dari USK dan tim dari BPKA, khususnya Bidang Pendapatan. Hal ini penting guna memastikan bahwa semua komponen sistem dapat berfungsi secara harmonis, dan dengan pengintegrasian yang baik, pengguna dapat merasakan kemudahan dalam transaksi, serta mendapatkan informasi yang real time terkait PKB.

Reza Saputra, STTP, M.Si selaku Kepala BPKA mengapresiasi hasil kerjasama ini dengan mengungkapkan, ”kolaborasi dengan UPT Laboratorium Terpadu USK memperluas pelaksanaan digitalisasi pendapatan daerah, untuk meningkatkan kualitas kemudahan layanan publik, dan perluasan pemanfaatan teknologi guna optimalisasi penerimaan dari sektor PKB”.

Selaras dengan apa yang disampaikan oleh Kepala BPKA, Rahmad Dawood selaku Kepala UPT Laboratorium Terpadu USK mengungkapkan, ”kegiatan ini merupakan realisasi kolaborasi antara pihak akademisi dengan pihak Pemerintah Aceh, dimana keahlian yang ada pada USK berkontribusi langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Pemerintah Aceh dan Masyarakat selaku wajib pajak, serta kami sangat senang dapat berkolaborasi dalam kerja sama ini dan berharap aplikasi ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat selaku wajib pajak”, selanjutnya Rahmad Dawood mengungkapkan, ”kolaborasi ini menunjukkan bahwa, sinergi antara dunia pendidikan dan praktik nyata dapat menghasilkan solusi yang efektif, dimana para mahasiswa dan peneliti USK dapat menerapkan pengetahuan mereka secara langsung untuk kegiatan pengembangan ini, sekaligus memberikan pengalaman praktis yang berharga”.

Akhirnya, pengembangan aplikasi pembayaran Mobile Seudati ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses, menghadirkan teknologi modern yang memenuhi kebutuhan masyarakat selaku wajib pajak, dan terciptanya sistem yang lebih baik dalam pengelolaan PKB.

Harapannya, Aplikasi Seudati ini akan segera dapat digunakan oleh Masyarakat untuk melakukan pembayaran PKB setelah terintegrasi dengan Sistem Elektronik Registrasi dan Identifikasi (ERI) Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri).

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/