
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar The 2nd International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI) 2020 yang berlangsung secara virtual, Selasa (27/10/2020). Konferensi diikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang konsen di bidang pertanian baik dari Indonesia maupun internasional, yang terdiri dari praktisi, akademisi, peneliti, profesional, birokrat dan stakeholder lainnya
Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor ekonomi yang sangat terdampak pandemi global Covid-19. Padahal pertanian merupakan pendukung sektor ekonomi terpenting ketahanan pangan dan pembangunan manusia. Beberapa pendekatan, strategi, dan implementasi kebijakan penting untuk dilakukan.
“Dan ICAGRI dapat menjadi forum yang efektif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi, serta memperkuat kolaborasi akademisi dan industri untuk meningkatkan penelitian dan inovasi,” ujar Prof. Samsul saat membuka konferensi ini.
Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Prof. Dr. Samadi, mengatakan bahwa tema ICAGRI tahun ini berkaitan erat dengan pandemic “New Shape of Sustainable Agriculture And Biosystem for Food Security After Global Covid-19 Pandemic”. Tema ini tentunya menjadi penting mengingat kondisi Indonesia dan juga dunia yang dilanda pandemi Covid-19 ini.
Sektor pertanian dan biosistem merupakan sektor penting dalam berbagai kondisi karena tidak bisa terlepas dari kebutuhan pangan. Kondisi pandemi ini membuat pergerakan menjadi serba terbatas, protokol kesehatan juga harus diperhatikan. Sementara sektor pertanian harus terus bergerak dan berproduksi, oleh karena itu perlu mengkaji format baru bagaimana sektor pertanian pasca covid ini.
“Kampus sebagai center of excellence harus terus memberikan inspirasi dan mengalirkan gagasan, serta aksi-aksi nyata untuk menjawab berbagai persoalan dengan baik. Kita berharap perhelatan ini melahirkan kemaslahatan bagi dunia pertanian dan masyarakat Indonesia serta berkontribusi untuk dunia,” jelas Samadi.

Ketua panitia ICAGRI-2, Prof. Dr. Rina Sriwati mengatakan, acara ini merupakan kontribusi civitas akademi Fakultas Pertanian Unsyiah dalam memperkuat jaringan ilmiah agar berbagai masalah dalam bidang pertanian dapat terkurangi. Pandemi global baru-baru ini telah membawa gangguan sosial ekonomi yang signifikan di semua negara, terutama di industri pertanian, bio-system, dan ketahanan pangan. Kegiatan ini diharapkan dapat memitigasi dan meminimalkan masalah dalam industri pertanian dan sistem pangan selama dan pasca krisis.
Prof. Rina menyebutkan kegiatan ini diikuti 116 presenter dan 197 participant yang berasal dari berbagai negara, seperti Amerika, Inggris, Yunani, Jepang, Jerman, China, Philipina, Malaysia, Vietnam dan Indonesia.
Kegiatan ini turut menghadirkan keynote speakers Prof. George Papadokis dari University of Athens – Yunani, Prof. Michael Goodin dari University of Kentucky – Amerika, Dr. Stephen G. Compton dari University of Leeds – Inggris, Rektor IPB Prof. Arif Satria dari Indonesia, dan invited speaker dari Jepang Prof. Hasegawa Koichi. Nantinya artikel terkumpul akan diterbitkan di Jurnal Internasional IOP Conference Series berindeks scopus dan google scholar. (Humas Unsyiah/fer)