Universitas Syiah Kuala

ODC Unsyiah Lestarikan Terumbu Karang

Unit Kegiatan Mahasiswa Ocean Diving Club (ODC) Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala mengawali bulan ini dengan melakukan transplantasi karang. Pelestarian terumbu karang tersebut dilaksanakan di Pulo Tuan Lam Pageu, Pekan Bada, Aceh Besar, Rabu (8/10).

Pengurus ODC FKP Unsyiah, Fajar Oza Pratama, mengatakan, transplantasi karang bertujuan untuk melestarikan terumbu karang yang ada di laut. Sejauh ini, angka terumbu karang yang rusak di lautan sangat tinggi. Maka, ekosistem terumbu karang harus diperbaiki, ditata, dan diperbaharui. Kehidupan laut sangat bergantung pada jumlah terumbu karang. Apabila karangnya rusak, maka populasi ikan akan berkurang, sehingga akan menghambat mata pencaharian para nelayan.

“Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat, hampir sepertiga kondisi terumbu karang di Indonesia mengalami kerusakan atau cacat, walaupun dalam sepuluh tahun terakhir kian membaik. Diperkirakan, sebanyak 30,4 persen dari total luas terumbu karang di Indonesia telah rusak atau cacat. Terumbu karang yang sehat hanya sekitar 30 persen. Selebihnya dalam kondisi kurang baik. Indonesia menjadi salah satu sumber terumbu karang yang terkaya di dunia. Luas terumbu karang di Indonesia ini mencapai 2,5 juta hektar. Oleh karena itu, kita semua bertanggung jawab untuk menjaganya,” papar Fajar.

Menurutnya, transplantasi karang diharapkan dapat membantu mengembalikan kehidupan terumbu karang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas perikanan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Mahasiswa nantinya juga bisa melakukan penelitian.

“Transplantasi terumbu karang akan mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak. Selain itu juga berfungsi untuk membangun daerah terumbu karang baru yang sebelumnya tidak ada. Upaya ini mengandalkan teknik pencangkokan karang yang dipasang pada media yang baru. Ini adalah kali ketiga ODC melakukan transplantasi karang. Sebelumnya pernah dilaksanakan di Gampong Lamreh dan Lampuuk,” sebut Fajar.

Ia menambahkan, metode transplantasi yang dipakai adalah metode rak besi. Besi dirangkai menyerupai bentuk meja yang bertuliskan DKP KAB ACEH BESAR. Panjang meja sepanjang 13 kali 2 meter. Penurunan media dilakukan di dua titik, yaitu sekitar Pulo Tuan.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama ODC dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Besar serta didukung oleh beberapa jaringan kerja seperti Flora Fauna International, Serikat Galaxy, GainPala, Yayasan Lamjabat, dan KuAla. Acara tersebut berlangsung selama sehari dan diikuti oleh 35 peserta, 5 perwakilan dari dinas, dan beberapa orang nelayan setempat. [rz-be]

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/