Universitas Syiah Kuala

FKH Unsyiah Ikut Pantau Penyembelihan Hewan Kurban

Dinas Peternakan Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah melakukan pemantauan dan monitoring penyembelihan hewan kurban di Banda Aceh. Ini juga merupakan kegiatan tahun pertama yang melibatkan kerja sama antarinstansi.

Koordinator Umum, Dr. drh. Razali, M.Si., dari laboratorium Kesmavet (Kesehatan Masyarakat Veteriner) Unsyiah, dalam rilisnya kepada Serambi Indonesia mengatakan, pemantauan dan monitoring penyembelihan hewan kurban dilakukan pada sembilan kecamatan dalam Wilayah Kota Banda Aceh.

“Melibatkan 20 orang dosen pendamping, 35 orang tenaga dokter hewan yang sedang menyelesaikan program koasistensi, 48 mahasiswa semester akhir dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH, dan 36 orang panitia,” katanya.

Dijelaskan Razali, kegiatan pemantauan dan monitoring ini sangat penting mengingat ternak yang dipotong untuk kebutuhan konsumsi manusia. Pada dasarnya, lanjut Razali, hewan untuk kurban telah disiapkan dalam kondisi cukup sehat dan tidak cacat serta telah cukup umur. Akan tetapi, tidak tertutup kemungkinan hewan tersebut bisa juga membawa beberapa penyakit antrak dan jemberana, kendatipun penyakit-penyakit tersebut bukanlah endemik di Aceh.

Pelaksanaan teknis pemantauan dan monitoring terdiri dari dua tahap, yakni pemeriksaan ante mortem dan pemeriksaan post mortem. Pemeriksaan ante mortem adalah pemeriksaan hewan kurban yang dilaksanakan dalam waktu 24 jam sebelum disembelih, sementara post mortem dilakukan pada hari pemotongan yaitu tanggal 5 ataupun 6 oktober 2014.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pihak fakultas juga tidak memungut biaya dari masyarakat pemilik ternak alias gratis. Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dari Tridarma Perguruan Tinggi dan juga bentuk kerja sama dengan Dinas Peternakan Kota Banda Aceh.

“Dari semua desa yang menjadi tempat kegiatan pemantauan dan monitoring, hanya Kopelma Darussalam yang tidak bersedia dilakukan pemantauan. Ini mungkin disebabkan ketidakpahaman kepala desa terhadap arti penting dan manfaatnya,” ucapnya. [mr-be]

Sumber: Serambi Indonesia

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/