Warta Unsyiah – Sebanyak 82 orang siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat bertarung dalam ajang Kontes Literasi Matematika (KLM) tingkat Provinsi Aceh. Kontes tersebut diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (P4MRI) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di kampus tersebut, Sabtu (15/11).
Ketua Panitia KLM Provinsi Aceh, Dr. Rahma Johar, M.Pd., mengatakan, kontes tingkat Provinsi Aceh akan berlangsung selama satu hari penuh. Dari 82 orang kontestan, hanya satu orang yang dipilih untuk maju ke kontes tingkat nasional. Para peserta tersebut berasal dari sebelas sekolah dari tiga kabupaten.
“Kontes ini seharusnya diikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Aceh, tapi kali ini hanya tiga daerah yang ikut, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Pidie. Mungkin ke depan, panitia harus memperkuat kerja sama dengan dinas-dinas pendidikan di seluruh Aceh agar semua sekolah ikut berpartisipasi,” ungkapnya. Rahma menyebutkan, KLM tahun ini merupakan kali kedua yang dilakukan di Aceh, sedangkan KLM nasional sendiri sudah lima kali diselenggarakan.
“Kurikulum 2013 menuntut siswa agar mampu menyelesaikan persoalan sehari-hari bukan hanya dengan menggunakan rumus atau algoritma yang baku. Akan tetapi, juga harus mampu bernalar dan menggunakan matematika untuk memecahkan masalah yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan seperti itu tidak mungkin dikuasai oleh siswa dengan sendirinya tanpa dilatih guru di kelas,” pungkas pakar matematika Unsyiah tersebut.
Menurutnya, guru matematika dituntut untuk menyiapkan peserta didiknya agar menjadi literat (melek) matematika. Dengan begitu, mereka akan mampu mengikuti berbagai perubahan global dan menempati ranking yang lebih baik pada penilaian internasional. Salah satu penilaian yang dimaksud adalah Programme for International Student Assessment (PISA).
“Selama ini ranking siswa Indonesia pada PISA selalu ranking lima terbawah. Maka, perlu penguatan literasi matematika bagi generasi bangsa,” pungkasnya.
Sekretaris Jurusan Prodi Pendidikan Matematika Unsyiah, Dra. Bintang Zaura, M.Pd., menambahkan, kontes ini akan dilaksanakan setiap tahun untuk menggali potensi siswa dalam bidang literasi matematika. Semua sekolah di Aceh diharapkan membekali siswanya dengan materi literasi matematika.
Sementara itu, Pembantu Dekan IV FKIP Unsyiah, Drs. Abu Bakar, M.Si., mengungkapkan, literasi matematika sangat dibutuhkan oleh generasi Aceh untuk menjawab tantangan global. Apalagi Indonesia akan menghadapi Asean Economic Community (AEC).
“Literasi mengajarkan siswa untuk menalar matematika. Sektor perbankan sangat mengedepankan seseorang yang mampu menguasai literasi matematika. Mereka akan ditempatkan sebagai auditor,” tuturnya. Ia melanjutkan, siswa yang mahir dalam literasi matematika akan mampu memaksimalkan penggunakan otak kanan dan kiri sehingga mempunyai nilai nalar yang sangat akurat.
Kontes tersebut dihadiri oleh dosen senior FKIP Unsyiah serta para guru dari masing-masing sekolah sebagai pendamping para kontestan.[rz-be]
94 Siswa Aceh Bertarung dalam Kontes Literasi Matematika
- Category: Kabar USK