Tiga negara Asia, yaitu Korea, Malaysia, dan Singapura yang dibantu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar “Taekwondo Exhibition” bertajuk Hapkido dan Hosinsul Demonstration. Ajang yang berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Unsyiah pada Minggu (2/8), itu menghadirkan 150 orang peserta dari tiga negara beserta atlet dari kontingen Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan UKM Taekwondo Unsyiah.
Perwakilan Unsyiah Prof. Dr. Muchlisin Z.A., S.Pi, M.Sc dalam kata sambutannya menyampaikan, cabang bela diri taekwondo berasal dari Korea. Jadi, sudah tentu Korea lebih tahu mengenai perkembangan dan teknik taekwondo. Maka jangan malu-malu untuk belajar dengan negara yang dijuluki penghasil ginseng tersebut.
“Ini kesempatan yang baik untuk belajar dari mereka. Semoga ada kunjungan lain dari ketiga negara yang hadir ke Unsyiah untuk sama-sama belajar dalam peningkatan segala bidang keahlian. Acara yang berlangsung selama satu hari ini semoga menjadi sarana pembelajaran bagi semua pihak,” ujar Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Dr. drh. Mustafa Sabri, M.P mengatakan, pagelaran taekwondo bersama tiga negara ini menampilkan atraksi seni bela diri dari masing-masing negara. Ada juga penampilan atraksi seni bela diri dari Aceh yang diwakili oleh kontingen Pelatda dan UKM Taekwondo Unsyiah, Merpati Putih, Ilmu Mukmin Sejati (Ilmukti), dan lainnya. Bahkan, dari Malaysia hadir langsung pelatih militer khusus negara Malaysia yang mengajarkan teknik-teknik taekwondo.
Selain untuk mempromosikan olahraga Taekwondo di Unsyiah, gelaran ini juga menjadi ajang pemanasan untuk even nasional Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke XIV, yang akan berlangsung di Aceh bulan November nanti. Unsyiah merupakan tuan rumah POMNAS kali ini. Dan Sebelumnya, seleksi atlit mahasiswa daerah sudah dilakukan di Unsyiah bulan Mei 2015 lalu.
“Sedangkan tim Korea dan Malaysia memperagakan seni bela diri hapkido yang merupakan cabang dari taekwondo. Secara singkat, hapkido merupakan olahraga bela diri dengan bergerak berdasarkan prinsip lingkaran yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik-teknik dalam Hapkido antara lain meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata. Sedangkan hosinsul adalah teknik pertahanan diri dalam melindungi diri secara efektif ketika diserang secara tiba tiba,” jelas dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unsyiah yang juga mantan atlet taekwondo itu.
Ia menambahkan, pameran taekwondo diharapkan menjadi penyemangat bagi para atlit pelatda sehingga dapat mengharumkan nama aceh di tingkat nasional nantinya. Unsyiah berharap semoga atlet Pra-PON bisa maju dan berprestasi yang gemilang pada PON ke depan.(rz)