Universitas Syiah Kuala

Komisi VII DPR Tinjau TDMRC Unsyiah

Tim delegasi Komisi VII DPR RI yang terdiri atas 15 orang anggota DPR pada Senin (3/8), meninjau Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Ulee Lheu Banda Aceh. Peninjauan tersebut dalam rangka kunjungan kerja Komisi VII Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam kata sambutannya, Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng mengatakan, Indonesia perlu belajar kepada negara Jepang yang sering dilanda gempa. Mereka menghadapi bencana dengan kapasitas pengetahuan. Setiap gempa besar yang terjadi biasanya diikuti dengan berdirinya lembaga riset dan pengetahuan yang berstandar internasional.

Belajar dari itu, lanjut rektor, seharusnya TDMRC Unsyiah perlu dijadikan pusat pengetahuan tentang kebencanaan bertaraf global. Untuk mewujudkannya tentu membutuhkan fasilitas laboratorium dan riset yang memadai, sehingga TDMRC nantinya menjadi bagian dari kebutuhan dunia.

“Selama ini Unsyiah sudah bekerjasama dengan beberapa negara untuk menanggulangi bencana. Kemudian sosialisasi pendidikan siaga bencana secara dini kepada pelajar-pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Sabang. Unsyiah juga sudah menjadikan siaga bencana sebagai salah satu kurikulum di beberapa program studi. Bahkan, program studi Magister Ilmu Kebencanaan telah lahir sejak tahun 2011 sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana,” jelas Samsul.

Sementara itu, Ketua TDMRC Unsyiah Dr. Khairul Munadi, M.Eng Aceh menambahkan, TDMRC belum diserahkan secara penuh kepada Unsyiah. Jadi, masih sulit untuk bergerak lebih leluasa dalam pengembangan riset, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Padahal TDMRC berpotensi untuk menjadi lembaga besar dalam penanganan bencana. Sayangnya, proses pengalihan aset TDMRC ke Unsyiah hingga kini belum selesai.

“Selain itu, padahal Aceh merupakan kawasan rawan bencana. Maka perlu lembaga riset yang bagus untuk menjawab tantangan itu,” ungkapnya.

Ketua tim delegasi Komisi VII DPR RI, Tamsil Linrung mengatakan, pihaknya akan membahas semua kebutuhan TDMRC di Jakarta, termasuk pengembangan TDMRC sebagai lembaga riset dunia.

Di samping itu, Jamaluddin Jafar, selaku anggota Komisi VII yang juga menjabat sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI melanjutkan, akan membicarakan soal pengalihan aset TDMRC kepada Unsyiah dengan Kementerian Keuangan.

Hadir juga pada pertemuan tersebut, Pembantu Rektor Bidang Akademik, Ketua Lembaga Penelitian, Ketua Prodi Magister Ilmu Kebencanaan, Tim TDMRC, dan para pakar kebencanaan Unsyiah.(rz)

https://jdih.bandungkab.go.id/ https://satudata.pasuruankota.go.id/ https://geoportal.simalungunkab.go.id/ https://agentotosuper.com/ https://mbahtotokl.com/ https://apps.fkipunlam.ac.id/ https://perpus.untad.ac.id/ https://sistabok.pasuruankota.go.id/ https://pasti.slemankab.go.id/ https://servicios.cuc.uncu.edu.ar/ Kentangwin https://linklist.bio/totosuper-resmi/ https://linklist.bio/toto-kl/ https://linklist.bio/sbopoker/ https://linklist.bio/pisangbetrupiah/ https://estd.perpus.untad.ac.id/ https://comision-gfinanciera.anuies.mx/ https://krabi-railayprincess.com/ https://krabi-railayresort.com/ https://jurnal.uinsyahada.ac.id/contact/ https://ncmh.gov.mn/