Menindaklanjuti kerjasama sebelumnya, Elite Study In Taiwan (ESIT) yang merupakan lembaga resmi Pemerintah Taiwan untuk merekrut mahasiswa berprestasi mengunjungi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk membicarakan rencana kerjasama antara ESIT dengan Unsyiah, Selasa (5/08) di ruang kerja Pembantu Rektor I Unsyiah, Dr.Hizir, Darussalam, Banda Aceh.
Dalam kesempatan kali ini, tujuan mereka ingin menjaring mahasiswa-mahasiswa Unsyiah yang ingin melanjutkan studi baik S2 maupun S3 di Taiwan. Mereka menawarkan beasiswa tersebut untuk bidang kelautan dan perikanan, bahasa mandari dan bidang pertanian. Lebih lanjut, mereka juga menawarkan untuk adanya kelas bahasa Mandarin di Unsyiah.
“Kami berterima kasih atas pendampingan dan dukungan dalam penguatan kerjasama dalam pendidikan tinggi antara Aceh dan Taiwan. Kami berharap ke depan ada kerjasama lebih lanjut. Ini merupakan kelanjutan kunjungan sebelumnya,” ujar Po-Tsang Bernie Huang selaku Direktur ESIT. Selain Po-Tsang Bernie Huang, tim ESIT juga menghadirkan Pei-Hua Li selaku Manajer ESIT dan Hariyanto Gunawan, Asisten ESIT.
Unsyiah juga menawarkan kerjasama untuk pertukaran mahasiswa yang nantinya jika kerjasama ini berjalan, mahasiswa dari Taiwan akan ditempatkan pada program studi kelas internasional seperti di Internasional Accounting Program (IAP) Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan juga di FKIP Unsyiah. Hal itu diungkapkan oleh Hizir yang dalam kesempatan tersebut turut didampingi, Purek IV Bidang Kerjasama, Kepala LPSDM Aceh, Kepala OIA Unsyiah, perwakilan prodi IAP, perwakilan Fakultas Pertanian dan perwakilan dari Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah.
“Seperti di IAP, FKIP dan Fakultas Hukum sudah ada kelas internasional, jadi ke depan jika kerjasama ini berlanjut, kita juga berharap ada mahasiswa Taiwan yang belajar di Unsyiah. Ada semacam pertukaran pelajar”.
Kunjungan PNS Jepang
Sebelumnya, masih pada hari yang sama, Pemabntu Rektor IV Unsyiah bidang Kerjasama, Dr. Nazamuddin menerima kunjungan PNS Kota Higashimatsushina, JICA, NGO, dan Mahasiswa Jepang dari berbagi universitas di ruang kerjanya.
Kedatangan tersebut untuk mengenal upaya Unsyiah dalam meneliti Tsunami Aceh dan mempelajarinya. Nazamuddin dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa selama ini begitu besar peran Unsyiah dalam menangani masyarakat pasca tsunami. Hal itu ungkapnya melalui peran Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). Selama 2011, Unsyiah sudah mendirikan program studi Magister Ilmu Kebencanaan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana. [mr]