Sebagai upaya menjaga tradisi kuliner Aceh yang terus digerus zaman, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam kelompok Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) melakukan penelitian mengenai mikroorgnisme yang terkandung dalam bumbu masakan pliek u. Penelitian tersebut telah dilakukan di Laboratorium Biologi FKIP Unsyiah dan Fakultas Pertanian Unsyiah selama rentang waktu selama 6 bulan, terhitung sejak Februari-Juni 2015.
Memilki judul penelitian “Isolasi dan identifikasi organisme fermentor pada proses pembuatan pliek u”, tim ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis mikroorganisme fermentor apa saja yang terlibat pada proses pembuatan pliek u.
Hasil penelitian yang telah diperoleh, ditemukan mikroorganisme fermentor yang terlibat dalam proses pembuatan pliek u dari golongan jamur dan bakteri, jamur diidentifikasi menggunakan teknik slide culture sedangkan bakteri mengunakan pewarnaan gram.
Hasil penelitian ini diperoleh 6 jenis jamur dan 3 kelompok koloni bakteri yang berbentuk basil (batang) dan cocus (bulat) yang di dominasi dari kelompok bakteri gram positif yang bersifat apatogen (tidak berbahaya bagi kesehatan). Jenis jamur hasil isolasi yaitu microascus sp, sordaria sp, dan curvularia sp yang berasal dari substrat kelapa sebelum fermentasi dan thicurus sp, acremonium sp, sordaria sp, dan gonytrhicum sp. yang berasal dari substrat kelapa selama proses fermentasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Rivan Rinaldi, Raudhah Hayatillah, Amirunnas, Nurul A’la dan Manna Wassalwa dengan Iswadi sebagai dosen pembimbing ini, mengharapkan dengan ditemukannya mikroorganisme spesifik ini, di masa mendatang proses pembuatan pliek u dapat dilakukan dengan cara menambahkan mikroorganisme spesifik tersebut ke dalam kelapa, seperti dalam proses pmbuatan tempe, ragi tempe merupakan mikroorganisme yang membantu fermentasi kedelai. Sehingga, diharapkan pliek u yang dihasilkan dengan kualitas baik tanpa bau tengik dan proses yang lebih singkat.
Penelitian ini dibiayai sepenuhnya oleh Kemenristek Dikti dan akan dipresentasikan pada PIMNAS 28 di kendari Sulawesi Tenggara yang akan berlangsung pada tanggal 5-10 Oktober 2015 mendatang.
Pliek u adalah ampas kelapa yang telah difermentasikan untuk diperas minyaknya. Selama ini proses pembuatan pliek u hanya dilakukan oleh ibu-ibu, nenek-nenek di kampung-kampung, jarang sekali ada anak muda yang mau mengolah pliek u hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang lama dan bau tengik yang dihasilkan dalam proses pembuatan.
“Jika hal ini terus berlanjut ditakutkan dimasa yang akan datang, Aceh akan kehilangan salah satu bumbu masakan khas nya ini karena keahlian pembuatan pliek u hanya dilakukan oleh orang tua saja”, tutup Rivan. [mr]