Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengadakan seminar internasional keperawatan 2016 bertajuk “Good Nursing Practice in Disaster Risk Management for Health”. Seminar yang dihadiri ratusan perawat dan mahasiswa itu berlangsung di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Rabu (24/2).
Ketua panitia Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS mengatakan, seminar tersebut menghadirkan lima orang pemateri yakni, Prof. Achir Yani S. Hamid, MN., DNSc (Guru Besar Universitas Indonesia), Kaori Matsuo, RN dan Sayaka Sumida, RN (Kandidat Doktoral Hyogo University Japan), Dr. Hajjul Kamil, S.Kp., M.Kep (Dekan Fkep Unsyiah), dan Abdurrahman, S.Kp., M.Pd (Ketua DPW PPNI Provinsi Aceh).
“Kegiatan ini bukan ingin membuka luka lama tentang musibah tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam. Tapi kita ingin belajar dari pengalaman. Jadikan tsunami sebagai lesson learn untuk bekal masa depan Aceh,” sebut Ardia yang juga Wakil Dekan II Fkep Unsyiah.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerjasama Unsyiah Dr. Nazamuddin, SE., MA dalam kata sambutannya menyampaikan, selama ini pembahasan penanggulangan tsunami lebih memusatkan perhatian pada segi kebencanaan. Namun, alhamdulillah sekarang sudah masuk ke ranah medis, khususnya keperawatan.
“Seminar yang memadukan antara penanggulangan bencana dengan keperawatan termasuk baru dan unik. Jarang sekali kita menyinggung keterlibatan perawat dalam penanggulangan bencana. Tapi hari ini kita mencoba untuk mengolaborasi antara resiko bencana dengan keperawatan. Semoga kegiatan positif seperti dapat dilakukan secara rutin setiap tahun,” paparnya.
Menurut Nazam, di negara Australia banyak yang menggeluti bidang keperawatan. Mungkin karena faktor yang berbeda. Di negara maju perawat yang mampu menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris dan Jepang akan diberikan gaji yang besar. Unsyiah berharap bahwa Fkep dapat menjadi salah satu ikon yang menarik minat pelajar untuk menimba ilmu di Unsyiah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Achir menjelaskan tentang kerangka kerja Sendai untuk pengurangan resiko bencana bagi kesehatan. Kaori dan Sayaka memaparkan tentang keperawatan yang ideal dalam penanggulan bencana bagi kesehatan. Lalu Dekan Fkep mengungkapkan aturan-aturan dalam merespon situasi bencana. Sedangkan Ketua PPNI Aceh berbagi pengalamannya ketika ditimpa bencana tsunami.