Presiden University of Rhode Island (URI) Amerika Serikat URI Dr. David M. Dooley menawarkan kerjasama kepada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang telah mendapatkan akreditasi A. Upaya itu diawali dengan kunjungan kerja tim President URI didampingi Robert Ewing selaku Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan. Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Rekor IV Bidang Kerjasama Unsyiah Dr. Nazamuddin, SE., M.A di Balai Senat Unsyiah, Selasa (22/3).
“URI tertarik untuk bekerjasama dengan universitas-universitas yang ada di Indonesia, khususnya Aceh. Indonesia menjadi negara prioritas untuk jalinan kerjasama. Terlebih lagi Indonesia ini mayoritas wilayahnya adalah maritim. Maka Rhode Island merupakan salah satu universitas yang sangat unggul dalam bidang maritim,” sebut Dooley.
Menurutnya, membangun mitra internasional sangat penting pada zaman ini. Bukan hanya kerjasama di bidang pendidikan, kerjasama di bidang pertanian, perikanan, manajemen lingkungan, pariwisata, sumberdaya lingkungan, biodiversitas, komunikasi, dan studi Islam juga dibutuhkan. Oleh karena itu, sebelumnya tim URI sudah menjajaki DPR Aceh untuk menjalin kerjasama.
“Rhode Island giat mengembangkan studi kemaritiman, seperti studi Hukum Maritim. Bidang ini sangat dibutuhkan pada masa 5 tahun akan datang. Mengingat hubungan internasional semakin gencar, maka batas-batas wilayah negara pun menjadi hal yang perlu dipelajari. Upaya URI untuk menjalin kerjasama dengan Unsyiah sudah mendapat sambutan baik dari Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah. Gubernur mendukung rencana kami,” pungkasnya
Sementara itu, Mr. Robert Ewing mengungkapkan, ketertarikan untuk bekerjasama dengan Unsyiah karena Aceh merupakan daerah yang pernah dilanda konflik dan bencana tsunami. Apalagi selama ini hutan di Aceh telah menyuplai udara bersih yang berjumlah besar bagi populasi dunia.
“Itu merupakan aset bumi yang patut kita syukuri. Taman Nasional Leuser memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia. Kekayaan alam ini perlu dirawat dan dilestarikan dengan ilmu pengetahuan,” sebutnya.
Menanggapi tawaran kerjasama tersebut, Dr. Nazamuddin mengaku, Unsyiah menyambut baik rencana kerjasama ini. Rencana kerjasama tersebut harus bermanfaat bagi kedua belah pihak. Di samping rencana kerjasama bidang penelitian, diharapkan ada juga program pertukaran mahasiswa dan pegawai untuk menambah wawasan global mereka.
Dalam kesempatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPRA Adam Mukhlis Arifin. Ia meminta kepada lembaga pendidikan di Aceh, khususnya Unsyiah agar mampu menjadi corong pendidikan bagi masyarakat Aceh, bahkan Indonesia.
“Aceh punya potensi perikanan yang sangat berlimpah. Aceh memiliki kekayaan yang besar, namun dinikmati oleh orang luar. Maka kerjasama yang sudah dicanangkan antara University of Rhode Island dengan Unsyiah semoga mampu menjawab persoalan yang terjadi dalam masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut juga dihadiri oleh para Dekan, Kepala Pusat Bahasa Unsyiah, Kepala Official Internasional Affairs (OIA) Unsyiah, Kepala LPSDM Aceh, Indonesia Representatif Brook W Ross, dan para mahasiswa.(mr)