Sebagai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM), Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) menggandeng Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk bekerjasama di bidang penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, dan pengembangan kelembagaan. Kerjasama tersebut dimulai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dan Kepala Biro Kajian Strategi (Karojianstra) SSDM Polri Brigjen Pol Dr. Eko Indra Heri S.H., M.M, di Balai Senat Unsyiah, Selasa (10/5).
Usai penandatangan MoU tersebut, Brigjen Pol Eko menyebutkan, program ini akan sangat mendukung kinerja Polri. Tanpa bantuan universitas, Polri tak akan bisa berkembang. Polri sangat mengharapkan masukan dari para akademisi, karena mustahil mampu bekerja sendiri tanpa bantuan masyarakat dan akademisi.
“Implementasi kerjasama ini penting. Bukan hanya sebagai formalitas. Saat ini Polri sedang merekrut calon anggota polisi, salah satunya sebagai bintara penyidik. Nah, mengacu pada PP Nomor 58 Tahun 2010, untuk dapat diangkat sebagai pejabat penyidik kepolisian harus lulusan sarjana atau yang setara,” sebutnya.
Oleh karena itu, lanjut Brigjen Pol Eko, Polri membutuhkan bantuan Unsyiah untuk menyiapkan putra-putri pilihan agar bisa bergabung dengan kepolisian. Polri menginginkan SDM yang profesional. Apalagi di Aceh ada seleksi khusus berupa tes baca Al-Quran. Polri menilai, jika iman anggotanya baik, maka akan melahirkan masyarakat yang beriman dan aman.
Dalam kesempatan yang sama Rektor Unsyiah mangaku bangga digandeng oleh Polri untuk bekerjasama. Kerjasama tersebut merupakan kali pertama yang dilakukan Unsyiah dengan Polri. Meskipun sebelumnya Unsyiah sudah menjalin kerjasama dengan Polda Aceh.
“Melalui kerjasama dengan Polda Aceh, sejak tahun 2013 sudah puluhan perwira bintara yang sedang ditempa menjadi sarjana. Sampai sekarang masih ada puluhan penyidik Polda yang sedang berkuliah di Fakultas Hukum Unsyiah,” jelas Prof Samsul.
Menurut Rektor Unsyiah, Unsyiah mempunyai tenaga ahli yang banyak untuk membantu kepolisian. Para pakar Unsyiah sudah sering terlibat sebagai tim ahli dalam berbagai kasus, khususnya bagi kasus yang ada di Aceh. Selain itu, selama ini setiap penerimaan mahasiswa baru Unsyiah mewajibkan para calon mahasiswa untuk melakukan tes narkoba sebagai upaya memberantas narkoba sekaligus meringankan pekerjaan kepolisian.
Hadir dalam kesempatan tersebut tim Mabes Polri, Karo Humas Polda Aceh dan jajarannya. Turut hadir pula dari pihak Unsyiah, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Humas, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Kepala, Biro dan pejabat dalam lingkungan Unsyiah. (mr)