
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan di Kepulauan Riau (Kepri) mulai 21 Juli – 28 Agustus 2016. KKN Kebangsaan diikuti oleh 62 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia serta Universitas Teknologi Malaysia (UTM).
Setelah melalui proses seleksi yang ketat, terpilih 15 mahasiswa Unsyiah untuk mengikuti program tersebut. 15 mahasiswa tersebut adalah Rahmatun Fauza (Agribisnis), Mulkan Kautsar (Ilmu Tanah), Suci Iman Akbar (Sosiologi), Rizka Amalia (Ilmu Komunikasi), Teuku Muktasim (Ilmu Hukum), Isra Safriani (Budidaya Perairan), Heni Rizky Yunamora H (Pendidikan Dokter Hewan), Gita Annisa Desiana (Pendidikan Kimia), Nurul Fadhilah (PGSD), Asy-Syifa Fauzia (Pendidikan Dokter), Fachrul A Siregar (Akuntansi), Muazzinah (Ekonomi Pembangunan), Anumsah (Manajemen), Febrina Rahmayani (Teknik Geofisika), dan T. Muhammad Hijria (Informatika).
Fachrul Siregar selaku peserta KKN Kebangsaan mengatakan, delegasi dari Unsyiah dan berbagai perguruan tinggi tersebut akan ditempatkan di beberapa desa yang ada dalam wilayah Kota Batam, Kabupaten Lingga, Kabupaten Bintan, dan Kabupaten Karimun. Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) ditunjuk sebagai tuan rumah KKN Kebangsaan tahun 2016.
“Kami ingin dalam KKN Kebangsaan ini dapat memperkenalkan Unsyiah dan Aceh kepada seluruh mahasiswa Indonesia serta pemerintah dan masyarakat Kepri. Selain itu, pengalaman dalam program KKN ini diharapkan nantinya akan berguna bagi peserta dan masyarakat Aceh,” kata Fachrul.
KKN Kebangsaan pertama kali diadakan di Universitas Hasanuddin Makassar pada tahun 2013. Unsyiah sendiri pernah menjadi tuan rumah KKN Kebangsaan pada tahun 2015. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari semangat dalam pengembangan kegiatan KKN dan kolaborasi antar perguruan tinggi yang ditindaklanjuti dalam satu wadah kegiatan yang bersifat nasional. KKN Kebangsaan setara dengan mata kuliah KKN di perguruan tinggi yang ada di Indonesia, sehingga nilai yang didapat mahasiswa dalam KKN Kebangsaan ini dapat menjadi nilai mata kuliah KKN di perguruan tinggi yang bersangkutan.
Editor: Reza Fahlevi