Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran (PSDIK) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar Focus Group Discussion (FGD) nasional dengan tema “Resiliensi Rumah Sakit dalam Menghadapi Bencana”. di Aula FK USK. (Banda Aceh, 16 Oktober 2024).
Kegiatan FGD ini dilatar belakangi sebagai respon dan pengalaman Provinsi Aceh dalam menghadapi bencana. Aceh sendiri sebagai salah satu provinsi di Indonesia terletak di wilayah rawan bencana, konflik bersenjata, gempa bumi dan tsunami serta pandemi Covid telah menguji kesiapan dan kesiapsiagaan provinsi ini dalam menghadapi bencana.
Kegiatan yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor faktor kunci dan indikator resiliensi dan ketahanan Rumah Sakit dalam menghadapi bencana ini dihadiri oleh pakar kebencanaan dari perwakilan pemerintah, akademisi, praktisi dan asosiasi perumahsakitan diataranya dr Ina Agustina Isturini MKM dari pusat krisis kesehatan kementerian Kesehatan, dr Bella Donna M.Kes dari Universitas Gadjah Mada, Dr.dr Cristrijogo Sumartono Sp.An.KAR dari Universitas Airlangga, Dr.dr Safrizal Rahman,M.Kes,Sp.OT dari USK, Febi Dwi Putri dari WHO Indonesia, dr Corona Rintawan Sp.EM dari Muhammadiyah Disaster Management Center, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep.M.Si dari Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK dan Dr.dr Azharuddin Sp.OT K Spine dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah Aceh.
Koordinator PSDIK FK USK, Prof. Dr. dr Herlina Dimiati Sp.A (K) dalam sambutannya, menekankan pentingnya persiapan dan ketahanan rumah sakit.
“Kita harus menyadari bahwa bencana bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memiliki sistem yang kuat dan responsif dalam menghadapi situasi darurat”, ucap Herlina
Prof Herlina juga menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan implementasi dari misi PSDIK FK USK dalam pengembangan konsep dan model mutakhir dan teknologi dalam mendukung pembangunan di daerah endemis penyakit tropis dan daerah rawan bencana.
Diskusi diawali dengan pemaparan pengantar FGD dari mahasiswa PSDIK FK USK dr Brury Apriadi Husaini MKM, dalam pemaparan nya, ia memaparkan indikator indikator penting yang mempengaruhi resiliensi rumah sakit dalam menghadapi bencana yang didapatkan dalam berbagai studi literatur. Studi membahas berbagai aspek indikator seperti informasi dan teknologi, pelatihan dan penelitian, tata kelola, sumber daya manusia, keuangan, pelayanan, infrastruktur serta manajemen bencana. Narasumber FGD kemudian diajak untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang telah diterapkan di masing-masing institusi.
Salah satu isu utama yang terungkap dalam diskusi adalah perlunya penguatan business continuity plan rumah sakit dalam menghadapi bencana yang mungkin sering terlupakan oleh rumah sakit. Para peserta juga sepakat bahwa pelatihan dan simulasi bencana harus menjadi bagian integral dari program pengembangan SDM di rumah sakit. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan staf dalam menghadapi situasi darurat dan mempercepat proses penanganan pasien.
PSDIK FK USK berkomitmen untuk terus melakukan penelitian dan kegiatan yang mendukung penguatan sistem kesehatan, terutama dalam menghadapi tantangan bencana. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya persiapan dan respons terhadap bencana.