Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala kembali menyelenggarakan kegiatan The Aceh International Symposium on Civil Engineering (AISCE) ke 5 selama dua hari yaitu pada 24 – 25 September 2024 di Fakultas Teknik USK.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni USK Prof. Dr. Mustanir, M.Sc dan dihadiri Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik Dr. Ir. Ramzi Adriman, S.T., M.Sc, Ketua Departemen Teknik Sipil Dr. Ir. Yusria Darma, S.T., M.Eng.Sc, dan perwakilan dari berbagai instansi Pemerintah dan BUMN di Aceh.
Kegiatan ini mengambil tema Recent Advancements in Green Construction and Resilient, Sustainable Infrastructures yang menghadirkan pemateri utama Assoc. Prof. Dr. Viroon Kamchoom dari King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang, Thailand, Assoc. Prof. Dr. Ramadhansyah Putra Jaya Assoc dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah Malaysia dan Prof. Dr. Ella Meilianda dari Fakultas Teknik, USK Indonesia.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 250 peserta secara online dan 30 offline yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Belgia, Nigeria dan German. Jumlah artikel yang dipresentasikan di konferensi internasional ini sebanyak 70 artikel yang meliputi keilmuan Structural and Construction Engineering, Transportation Engineering and Management, Civil Engineering Material Technologies, Geotechnical Engineering and Disaster, Civil Engineering and Management, Architectural and Disaster Engineering, dan Hydrotechnical Engineering.
Peserta dari akademisi berasal dari dosen Prodi Teknik Sipil yang ada di Provinsi Aceh sedangkan praktisi dan profesional teknik sipil berasal dari Satuan Kerja Pemerintah Provinsi dan Kab/Kota Aceh, Balai Teknis Kementerian, Satuan Kerja BUMN/Swasta serta Organisasi Profesi dan Alumni.
Bersamaan dengan AISCE ke 5 ini juga diadakan perlombaan mahasiswa tingkat nasional dan internasional yaitu The National Project Costs Estimation Competition (NPCEC), The Explosive National Paper Competition (ENPC) dan The International Building Resistance Competition (IBRC) yang diikuti oleh mahasiswa dari universitas di dalam dan luar Provinsi Aceh serta dari Nagoya University Japan.
Mustanir dalam pembukaannya mengatakan simposium tahun ini sangat sejalan dengan tujuan universitas. Setelah gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, USK menyadari betapa pentingnya merancang dan membangun infrastruktur dan lingkungan dengan menggunakan strategi yang ramah lingkungan dan tangguh terhadap bencana.
“Saya bersyukur bahwa USK melalui Fakultas Teknik dan Departemen Teknik Sipil, secara konsisten memberikan kontribusi akademis terhadap pengembangan strategi tersebut dengan bekerja sama dengan lembaga lain,” ucapnya.
Dekan Fakultas Teknik USK Prof. Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC., IPU., ASEAN Eng memberikan dukungan penuh dan apresiasi kepada panitia yang sudah mempersiapkan kegiatan ini.
Dalam sambutannya Ketua Departemen Teknik Sipil USK Dr. Ir. Yusria Darma, S.T., M.Eng.Sc mengatakan tujuan utama acara ini adalah untuk menyediakan forum bagi pertukaran pengetahuan, konsep kreatif, dan temuan penelitian terkini di bidang teknik sipil. Acara ini menggabungkan beragam audiens yang terdiri dari peneliti, akademisi, praktisi profesional, otoritas pemerintah, dan mahasiswa.
Ketua kegiatan AISCE ke-5 Dr. Ir. Reza Pahlevi Munirwan mengatakan, simposium ini menawarkan forum untuk bertukar kemajuan terbaru dalam inovasi teknik sipil dan teknik terbaik untuk mengatasi tantangan manajemen infrastruktur di semua sektor pembangunan, termasuk yang terkait dengan bencana alam.
Oleh karena itu, tema konferensi tahun ini yaitu Recent Advencements in Green Construction and Resilient, Sustainable Infrastructures menyoroti komitmen berkelanjutan kami untuk mengeksplorasi solusi kreatif dan mempromosikan kolaborasi di bidang teknik sipil. Kegiatan rutin ini diharapkan dapat tetap dilaksanakan setiap tahunnya untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.